Investor Pantau Sinyal Resesi dan Perang, Dow Futures Melemah

Market - Annisa Aflaha, CNBC Indonesia
05 April 2022 18:40
Specialist Peter Mazza, left, and trader Michael Urkonis work on the floor of the New York Stock Exchange, Monday, Jan. 14, 2019. Stocks are opening lower on Wall Street after China reported a surprise drop in exports to the U.S. last month. (AP Photo/Richard Drew)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan Selasa (5/4/2022), di mana investor masih menilai sinyal peringatan di pasar obligasi dan perkembangan terbaru pada perang Rusia-Ukraina.

Kontrak futures indeks Dow Jones turun 60 poin (-0,2%). Kontrak serupa indeks S&P 500 dan Nasdaq terkoreksi yang masing-masing sebesar 0,2%.

Hari ini, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS naik, tapi suku bunga obligasi jangka pendek terus diperdagangkan melebihi obligasi jangka panjang, di mana yield obligasi tenor 2 tahun berada di 2,461% dan yield obligasi tenor 10 tahun di 2,45%.


Namun, yield obligasi tenor 5 tahun melesat ke 2,6%, tapi tenor 30 tahun diperdagangkan sekitar 5,51%.

Inversi kurva yield obligasi secara historis mendahului resesi, sehingga diawasi dengan ketat oleh investor.

Investor juga masih mengawasi Eropa, karena perang antara Rusia-Ukraina berlarut-larut. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berjanji untuk mengejar tuduhan kejahatan perang terhadap pasukan Rusia. Korban tewas mencapai 300 orang di pinggiran kota dekat ibu kota, Kyiv.

"Pasar menjadi tangguh di tengah perang di Ukraina, di mana tekanan harga yang berkelanjutan dan prospek ekonomi global yang tidak pasti, membuat investor membeli saham ketika harganya turun yang mendorong pengembalian ekuitas," tutur Mark Hackett, Kepala Riset Investasi Nationwide dikutip dari CNBC International.

Harga minyak yang telah melonjak sejak perang berlangsung dan mengganggu rantai pasokan, kembali naik hari ini.

Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) tumbuh 0,8% dan diperdagangkan sekitar US$104,07/barel. Sementara itu, jenis Brent naik 0,6% ke US$108,20.

Pergerakan tersebut mengekor reli saham emiten teknologi, di mana indeks Nasdaq melonjak 1,9%. Saham Twitter melesat tajam hingga 27% dan menjadi hari terbaiknya setelah Elon Musk mengumumkan kepemilikan sahamnya sebanyak 9,2%. Pada hari ini, saham Twitter kembali naik 1,8%.

Kemarin, indeks blue-chip Dow Jones naik 100 poin di sesi awal perdagangan dan indeks S&P 500 tumbuh 0,8%. Kedua indeks tersebut berhasil menguat selama dua hari beruntun.

"Dalam waktu dekat, kami percaya penjualan saham tanpa pandang bulu telah menciptakan titik yang menarik, terutama ke beberapa saham dengan potensi pertumbuhan tinggi," tutur Ketua Ekuitas Fundamental AS BlackRock Tony DeSpirito.

Kuartal baru telah dimulai setelah mayoritas indeks berakhir di kuartal terburuknya sejak dua tahun.

Investor masih menunggu risalah pertemuan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang dijadwalkan akan dirilis pada Rabu (6/4) waktu setempat, untuk petunjuk lebih lanjut tentang jalur kenaikan suku bunga acuan.

Sementara itu, musim rilis kinerja keuangan pada kuartal I-2022 akan dimulai pada pekan depan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tunggu Kabar the Fed & Rusia-Ukrania, Dow Futures Turun Tipis


(aaf/aaf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading