Thailand Banjir Air, Investor Karet Banjir Cuan

Market - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
05 April 2022 17:12
Ilustrasi perkebunan karet di Nsuaem, Ghana. REUTERS / Zohra Bensemra

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga karet dunia menguat selama lima hari beruntun, mencapai harga tertinggi dalam 12 bulan. Banjir di Thailand membuat para pelaku pasar khawatir akan gangguan pasokan karet.

Pada Selasa (5/4/2022) pukul 16:53 WIB harga karet berjangka Jepang tercatat JPY 270,4/kg, naik 0,22% dibandingkan harga penutupan kemarin.


"Harga bahan baku di Thailand semakin tinggi dan tinggi... output bahan baku tidak terlalu sehat saat ini," kata seorang pedagang yang berbasis di Singapura.

"Banjir di beberapa provinsi selatan di Thailand akan berdampak pada produksi," tambahnya.

Hujan deras di Thailand yang mengguyur sepanjang bulan Maret hingga saat ini telah mempengaruhi penyadapan karet. Pengetatan pasokan mendorong harga bahan baku. Harga lateks Thailand mencapai level tertinggi sejak 7 Maret di Baht 53,60/kg pada hari ini.

Kondisi di Thailand membuat pasokan karet dunia terancam turun. Sebab Thailand adalah produsen terbesar di dunia dengan produksi 4,37 juta ton karet alam pada tahun 2020, berdasarkan data Statista.

Di sisi lain, mata uang yen Jepang telah melemah 6,72% point-to-point (ptp) sepanjang tahun 2022. Saat ini yen diperdagangkan di kisaran JPY 122.81/US$ di pasar spot.

Pelemahan yen membuat karet yang dibanderol dengan yen lebih murah saat dibeli dalam mata uang lain. Sehingga dapat meningkatkan permintaan karet.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Aji Mumpung! Harga Minyak Melesat, Harga Karet Terangkat


(ras/ras)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading