Review

Selain INDY, Ini 4 Emiten yang Masuk Bisnis Kendaraan Listrik

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
01 April 2022 12:40
Mobil Listrik Hyundai IONIQ 5 yang di pamerkan dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2022 di JIExpo-Kemayoran, Kamis (31/3/2022). IONIQ 5 merupakan mobil listrik yang diproduksi di pabrik Hyundai di Cikarang, Jawa Barat.  (CNBC Indonesia/ Tri Susilo).

Jakarta, CNBC Indonesia - Prospek bisnis pengembangan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang menjanjikan membuat sejumlah emiten berbondong-bondong masuk ke sektor tersebut.

Teranyar, emiten pertambangan batu bara Grup Indika, PT Indika Energy Tbk (INDY), mengumumkan ikut mencari peruntungan di dunia EV.

Termasuk INDY, berikut daftar emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mencoba 'nyemplung' ke industri kendaraan listrik.


1. Indika Energy (INDY)

INDY bersama dengan anak usaha, PT Indika Energy Infrastructure, telah mendirikan perusahaan dengan nama PT Solusi Mobilitas Indonesia (SMI).

Penyertaan saham perusahaan dalam SMI merupakan langkah perusahaan untuk melakukan ekspansi usaha ke sektor kendaraan listrik di Indonesia.

INDY memiliki 99,998% saham senilai Rp 49,99 miliar sedangkan 0,002% sisanya senilai Rp 1.000.000 dimiliki oleh Indika Energy Infrastructure (IEI).

"Tujuan pendirian SMI adalah demi kelangsungan kegiatan usaha industri sepeda motor roda dua, perdagangan besar sepeda motor dan suku cadang sepeda motor dan aksesori, serta melakukan jasa konsultasi manajemen," ungkap Adi Pramono, Sekretaris Perusahaan dalam keterbukaan informasi, Rabu (30/3/2022).

Tahun lalu, INDY juga mendirikan PT Electra Mobilitas Indonesia (EMI). Nilai investasi untuk pendirian perusahaan ini mencapai Rp 40 miliar.

Manuver INDY masuk bisnis kendaraan listrik sejalan dengan rencana bisnis jangka panjang perusahaan. Sejak 2018, INDY melakukan diversifikasi ke sektor non-batu bara, rendah karbon dan berkelanjutan.

"Kami berkomitmen untuk meningkatkan pendapatan dari sektor non-batu bara hingga 50% pada tahun 2025 dan mencapai netral karbon pada tahun 2050," jelas Head of Corporate Communications Indika Energy Ricky Fernando beberapa waktu lalu.

2. TBS Energi Utama (TOBA)

Selanjutnya ada emiten batu bara PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA). Pada November tahun lalu perseroan membentuk perusahaan patungan (joint venture) dengan raksasa ride-hailing Gojek terkait pengembangan bisnis sepeda motor listrik di Indonesia.

TOBA melalui anak usahanya, PT Karya Baru TBS telah menandatangani akta pendirian PT Energi Kreasi Bersama, suatu perusahaan patungan dalam bentuk perseroan terbatas yang didirikan PT Rekan Anak Bangsa.

Adapun, modal dasar yang ditempatkan dan modal disetor pada PT Energi Kreasi Bersama senilai Rp 71,75 miliar.

Dibentuknya joint venture itu antara lain, perusahaan ini nantinya akan bergerak dalam bidang perakitan sepeda motor, perdagangan sepeda motor, reparasi dan perawatan sepeda motor, pembiayaan, perakitan baterai untuk kendaraan bermotor hingga penyedia stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum.

"Keikutsertaan emiten dalam pendirian PT Energi Kreasi Bersama merupakan salah satu strategi pengembangan bisnis emiten untuk menghilangkan jejak karbon serta mencapai target net zero emission di tahun 2030," ungkap Presiden Direktur TBS Energi Utama, Dicky Yordan, dalam keterbukaan informasi, dikutip Senin (13/12/2021).

Simak emiten lainnya di halaman selanjutnya >>>

Dari Grup MCAS sampai WIKA Juga Masuk ke EV
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading