Terungkap! Bursa London Tetap Jual Tembaga Rusia...

Market - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
23 March 2022 11:05
Ilustrasi batu tembaga. (Dok: Detikcom/Dikhy Sasra)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar tembaga olahan menunjukkan defisit pada tahun 2021 menurut data yang dirilis oleh International Copper Study Group (ICSG). Kondisi defisit ini kemudian mendorong harga tembaga menguat 25% sepanjang tahun 2021.

Harga tembaga dunia pun terus menguat pada 2022 hingga menyentuh US$ 10.800/ton karena kekhawatiran kekurangan pasokan akibat konflik di Eropa Timur. Namun, pernyataan bursa logam London (LME) menenangkan pasar sehingga gerak tembaga lebih stabil.

Pada Rabu (23/2/2022) pukul 10:15 WIB harga tembaga dunia tercatat US$ 10.281,5/ton, naik tipis 0,13% dibandingkan posisi kemarin.


Pasar tembaga olahan global menunjukkan defisit 92.000 ton pada Desember 2021, turun dibandingkan dengan defisit 123.000 ton pada November. Sementara untuk setahun penuh, pasar mengalami defisit 475.000 ton, turun dibandingkan tahun sebelumnya defisit sebesar 484.000 ton, kata ICSG.

Defisit pada bulan Desember didapat dari produksi tembaga olahan dunia sebesar 2,11 juta ton, sedangkan konsumsinya adalah 2,2 juta ton. Produksi mencapai 24,5 juta ton dan konsumsi 25,33 juta ton untuk tahun tersebut.

Produksi tambang tembaga memang tumbuh sekitar 2,3% year-on-year (yoy) pada tahun 2021. Akan tetapi, pertumbuhan ini dibandingkan dari level terendah tahun 2020. Sehingga produksi tambang bisa dikatakan masih rendah.

Lebih rinci, produksi di Cile, negara penghasil tambang tembaga terbesar di dunia, turun 1,9% yoy pada tahun 2021. Sementara hasil tambang di Peru, negara penghasil tembaga terbesar kedua di dunia, meningkat sekitar 7% yoy.

Pertumbuhan hasil tambang tembaga yang massif ditunjukkan oleh Indonesia yang tumbuh 49% yoy. Ini karena terus meningkatnya produksi bawah tanah di tambang Grasberg. Indonesia adalah produsen tambang terbesar nomor 9 di dunia.

ICSG juga berkomentar soal konflik yang terjadi di Ukraina. ICSG mengatakan bahwa industri tembaga Rusia utama berpusat pada tiga perusahaan yaitu Norilsk, UMMC dan Perusahaan Tembaga Rusia.

Produksi tambang tembaga Rusia telah meningkat sekitar 28% selama lima tahun terakhir, terutama karena dimulainya dua tambang baru. Produksinya mencapai sekitar 875.000 ton pada tahun 2021, menyumbang sekitar 4% dari total produksi tambang tembaga dunia.

Sementara di Ukraina saat ini tidak ada tambang tembaga yang beroperasi, kata ICGS. Logam yang dimurnikan diperkirakan mencapai 20.000 ton logam per tahun.

(LME) mengatakan tidak memiliki rencana segera untuk melarang perdagangan logam dari Rusia, termasuk tembaga pada hari Minggu (20/3/2022). Meskipun ada seruan dari beberapa anggota untuk melakukannya. Sehingga lau harga tembaga lebih stabil.

Larangan logam Rusia dapat menyebabkan kekurangan dan lonjakan harga lebih lanjut pada saat inflasi meningkat di seluruh dunia.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Corona Bangkit di China, Harga Tembaga Terpangkas


(ras/ras)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading