Harga Komoditas Melambung Jadi Buah Simalakama Perbankan

Market - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
08 March 2022 15:03
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Jahja Setiaatmadja dalam acara CNBC Indonesia Banking Outlook 2022, dengan tema 'Kebangkitan Perbankan

Jakarta, CNBC Indonesia - Lonjakan harga komoditas akibat konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina menjadi sorotan sektor keuangan, khususnya perbankan terutama untuk penyaluran kredit.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Jahja Setiaatmadja mengatakan kenaikan harga komoditas seperti barang tambang ataupun CPO menjadi buah simalakama. Biasanya permintaan kredit akan terjadi pada sektor-sektor yang tengah melonjak seperti saat ini.

Pada saat yang sama, pengusaha di bidang ini memiliki kesempatan untuk meningkatkan bisnisnya dan mempercepat pembayaran ke pinjamannya ke bank. Di sisi lain, secara historis kenaikan ini biasanya bersifat sementara. Dia mengatakan penyaluran kredit yang dilakukan perusahaan akan fokus pada sektor yang memiliki prospek yang baik.


"Saya rasa pengusaha mengamati harga temporary di tengah konflik ini, kesulitan logistik dan kontainer menyebabkan harga meningkat. Jadi semuanya sedang mempelajari sebenarnya," kata Jahja dalam CNBC Indonesia Banking Outlook, Selasa (8/3/2022).

Dia menambahkan kondisi ini juga terjadi pada pada kenaikan harga minyak pada 2008 silam, ketika harga minyak mencapai US$ 120 per barel. Saat itu banyak perusahaan penerbangan melakukan pembelian jangka panjang, dan harga minyak kemudian jatuh dan mempengaruhi performa bisnis. Hal ini pun berimbas pada sektor terkait lainnya. 

"Jadi berkaca dari ini, para investor akan lebih berhati-hati karena mereka masih memerlukan kredit untuk investasi. Biarpun kenyataannya mereka banjir uang pun belum tentu melakukan investasi, karena mengamati situasi jangka panjang dan pendek," kata dia.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Live Now! Strategi Jitu Perbankan Hadapi Turbulensi


(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading