Thailand Diguyur Hujan, Investor Karet Diguyur Cuan

Market - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
18 February 2022 18:43
A rubber farmer taps a rubber tree in Narathiwat province, Thailand’s Deep South region, March 18, 2019. Picture taken March 18, 2019. REUTERS/Panu Wongcha-um

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga karet menguat pada perdagangan hari ini. Sebab hujan dengan intensitas tinggi di Thailand--produsen utama karet dunia--mengganggu proses produksi sehingga mendorong harga karet. 

Pada Jumat (18/2/2022) pukul 16.45 WIB harga karet berjangka Jepang tercatat JPY 257,6/kg, melambung 2% dibandingkan dengan harga penutupan kemarin.


Harga getah karet dari Thailand telah melonjak 25% sepanjang 2022 berpotensi membuat produsen karet mengurangi produksinya. Harga lembaran karet Thailand pun mencapai 72,0 baht (US$ 2,24) per kg, tertinggi sejak Juni 2021.

"Produsen karet, akan memiliki margin yang lebih kecil karena bahan baku mahal. Akibatnya (produsen karet) akan menghasilkan output yang lebih kecil, sehingga mendorong harga karet," kata seorang pedagang yang berbasis di Singapura.

Sementara itu, hujan deras di Thailand selama beberapa hari terakhir juga menjadi sentimen positif bagi laju harga karet karena penyadapan pohon karet harus ditunda.

Kondisi di Thailand membuat pasokan karet dunia terancam turun. Sebab Thailand adalah produsen terbesar di dunia dengan produksi 4,37 juta ton karet alam pada tahun 2020, berdasarkan data Statista.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga Karet Mendadak Terbang 4%, Ada Apa Nih?


(ras/vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading