Milenial: Gadget dan Liburan Dulu... Rumah Belakangan

Market - Lalu Rahadian, CNBC Indonesia
18 February 2022 09:55
Genjot Produksi Hunian Semua Segmen Jadi Tantangan Bisnis Properti 2022 (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Generasi milenial disebut lebih memprioritaskan kepemilikan gawai dan liburan alih-alih membeli properti. Padahal, saat ini diperkirakan ada sekitar 69 juta milenial yang membutuhkan rumah hunian.

Kondisi tersebut membuat pelaku usaha sektor properti harus kreatif dan inovatif untuk menarik minat milenial agar mau membeli rumah.

Pendapat tersebut dikemukakan Director Research Consultancy Savills Indonesia, Anton Sitorus. Dia menyebut banyak hal yang harus dipelajari mengenai selera dan preferensi generasi milenial.


"Berdasarkan beragam riset, bagi milenial rumah atau properti bukan prioritas utama mereka. Mereka lebih pilih gadget dan liburan. Selain perlu edukasi dari pengembang dan perbankan perlu dipikirkan ide, kreasi, dan inovasi yang extraordinary untuk bisa menjangkau mereka," kata Anton dalam CNBC Indonesia Property Outlook, Kamis (17/2/2022).

Menurut Anton, karena sifat milenial yang mengutamakan gawai dan liburan maka tren hunian ke depannya akan berubah. Dia menyebut, ke depannya rumah harus bisa menjadi sarana untuk berbagai kegiatan.

"Sekarang hunian harus bisa menampung beragam kegiatan, kerja, dan masih banyak lagi, harus dipikirkan untuk mencapai target dan disesuaikan dengan kondisi yang ada," ujarnya.

Anton juga menjelaskan, saat ini pemerintah sudah berada di jalur yang benar dengan memberikan beragam stimulus. Kini, tinggal bagaimana pengembang, perbankan, dan stakeholder bisa menggerakkan pasar dengan semangat, dan juga optimisme yang besar.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) Haru Koesmahargyo menyebut saat ini ada 69 juta milenial membutuhkan rumah. Selain itu, generasi milenial memiliki selera yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya.

"Milenial biasanya mencari hunian yang aksesibel, simpel, dekat kemana-mana, ada transportasi. Itu yang akan kami siapkan bersama para developer, yang aksesibel, bisa tapak, atau pun apartemen, seperti Transit-oriented development (TOD). Biasanya, milenial tinggal di kota besar yang sudah ada akses kemana-mana, seperti tempat kerja, ritel dan fasilitas lainnya," kata Haru


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Potensi Besar New Economy dan Digitalisasi di RI


(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading