Dag Dig Dug Perang Dunia III, Harga Nikel Menguat

Market - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
15 February 2022 16:30
A worker uses the tapping process to separate nickel ore from other elements at a nickel processing plant in Sorowako, South Sulawesi Province, Indonesia March 1, 2012. REUTERS/Yusuf Ahmad

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga nikel terpantau menguat pada perdagangan siang hari ini terdorong eskalasi geopolitik Rusia dan Ukraina.

Pada Selasa (15/2/2022) pukul 14.07 WIB harga nikel tercatat US$ 23.200/ton, naik 0,13% dibandingkan harga penutupan kemarin.


Tensi tinggi antara Rusia dan Ukraina mendorong investor untuk mengurangi pembelian aset berisiko seperti tembaga. Sehingga permintaan untuk tembaga menurun, harga pun mengikuti.

Jalan damai tetap coba ditempuh. Sergei Lavrov, Menteri Luar Negeri Rusia, merekomendasikan kepada Presiden Vladimir Putin untuk menempuh jalan diplomasi. Menurut Lavrov, AS sudah memberikan proposal yang konkret untuk mengurangi risiko konfrontasi bersenjata.

"Peluang itu ada. Saat ini, saya merekomendasikan memperbanyak peluang tersebut," kata Lavrov, seperti diwartakan Reuters.

Namun, pihak Ukraina sepertinya masih menilai bahwa Rusia bisa menyerang kapan saja. Volodymyr Zelenskiy, Presiden Ukraina, menyatakan ada kemungkinan invasi Rusia terjadi pada 16 Februari atau Rabu ini.

"Kami mendesak para pejabat pemerintah, politisi, dan dunia usaha yang telah meninggalkan Ukraina untuk kembali dalam 24 jam. Kami sudah diberi tahu bahwa 16 Februari akan menjadi hari serangan Rusia. Kita akan membuat hari itu sebagai hari persatuan," terang Zelenskiy, seperti dikutip dari Reuters.

Uni Eropa dan Amerika Serikat akan mengancam menjatuhkan sanksi kepada Rusia jika nekat menyerang Ukraina. Sanksi ini yang menurut Alastair Munro, seorang pialang di Marex, akan memperburuk pasokan nikel di pasar.

Maklum, Rusia adalah produsen nikel terbesar nomor 3 di dunia dengan produksi 280.000 ton pada tahun 2020, mengacu data Statista. Sehingga memiliki pengaruh terhadap pergerakan harga nikel dunia.

Persediaan nikel di gudang yang dipantau London Metal Exchange (LME) per 14 Februari tercatat 84.894 ton. Jumlah ini sudah turun 68% dibandingkan puncak persediaan pada April 2021.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Produksi Stainless Steel Mulai Jalan, Nikel Ada Harapan?


(ras/ras)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading