Josss, Surat Utang Indonesia Sedang Laku Keras!

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
10 February 2022 12:14
Obligasi (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Indonesia bergerak turun. Penurunan yield menandakan harga surat utang sedang naik karena tingginya permintaan.

Pada Kamis (10/2/2022) pukul 10:55 WIB, berikut perkembangan yield Surat Utang Negara (SBN) berbagai tenor:


Sepertinya terjadi arus modal masuk ke SBN, karena investor sedang keluar dari pasar obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS). Berkebalikan dengan SBN, yield US Treasury Bonds berbagai tenor naik, pertanda harga sedang turun akibat aksi jual.

Investor memilih untuk keluar dari pasar obligasi pemerintah AS sembari menunggu rilis data inflasi. Malam ini waktu Indonesia, US Bureau of Labor Statistics dijadwalkan mengumumkan angka inflasi periode Januari 2022.

Konsensus pasar yang dihimpun Reuters memperkirakan inflasi AS bulan lalu akan mencapai 7,3% year-on-year (yoy). Jika terwujud, maka akan menjadi rekor tertinggi sejak 1981.

Inflasi Negeri Paman Sam yang semakin tinggi membuat bank sentral The Federal Reserve/The Fed kian punya pembenaran untuk menaikkan suku bunga acuan. Mengutip CME FedWatch, peluang kenaikan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 0,25-0,5% dalam rapat The Fed 14 Maret 2022 adalah 76%.

Bahkan bukan tidak mungkin The Fed lebih agresif dari itu. Loretta Mester, Presiden The Fed Cleveland, menyebut kenaikan 50 bps bukan sesuatu yang tidak mungkin.

"Saya tidak mau mengesampingkan semua kemungkinan. Saya tidak akan mengesampingkan memulai kenaikan dengan 50 bps," kata Mester, seperti dikutip dari Reuters.

Kenaikan suku bunga acuan akan ikut mengerek imbalan investasi aset-aset berbasis dolar AS, terutama instrumen berpendapatan tetap seperti obligasi. Ini tentu menjadi sentimen positif bagi US Treasury Bonds.

Namun ini semua masih di sekadar 'ramalan' yang belum menjadi kenyataan. Sambil menunggu menjadi kenyataan, investor memilih wait and see terlebih dulu. Ini membuat arus modal masih berdatangan ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Artikel Selanjutnya

Pemerintah Jual Surat Utang Dolar & Euro, Duitnya Buat Apa?


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading