Harga Nikel Ambles 1% Lebih? Sans, Nanti Naik Lagi...

Market - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
31 January 2022 16:59
A worker uses the tapping process to separate nickel ore from other elements at a nickel processing plant in Sorowako, South Sulawesi Province, Indonesia March 1, 2012. REUTERS/Yusuf Ahmad

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga nikel dunia jatuh lebih dari 1% pada perdagangan siang hari ini. Namun, harga nikel masih mampu bertahan di level tertinggi. Lantas apakah nikel mampu bertahan pada tren bullish saat ini?

Pada Senin (31/1/2022) pukul 13.47 WIB harga nikel dunia tercatat US$ 22.005/ton, melemah 1,46% dibandingkan harga penutupan kemarin.


Harga nikel terkoreksi karena investor yang mulai menarik diri dari perdagangan jelang libur Tahun Baru Imlek sehingga pasar sepi. Selain itu melihat kinerja nikel yang luar biasa selama Januari, maka koreksi wajar terjadi.

"Liburan Tahun Baru Imlek sudah dekat dan koreksi harga mungkin saja terjadi. Terlebih lagi melihat lonjakan baru-baru ini," kata Xie Ling, analis senior non-ferrous ITG Futures, mengutip Reuters pada Senin (31/1/2022).

Walaupun begitu, harga nikel diperkirakan akan tetap tinggi dalam jangka pendek terdorong oleh persediaan yang langka.

"Investor mengalir masuk karena pasokan yang terbatas, prospek cerah untuk pasar kendaraan listrik (EV) dan pemicu lainnya. Termasuk penangguhan produksi satu pabrik feronikel di Myanmar dan pembicaraan tentang kemungkinan tingkat ekspor Indonesia untuk feronikel atau nikel pig iron," ujar Xie.

Senada dengan Xie, analis Fastmarkets Boris Mikanikrezai mengatakan lonjakan harga nikel baru-baru ini karena fundamental pasar yang menunjukkan tren bullish.

"Harga nikel telah mencapai level yang lebih tinggi pada kuartal pertama berkat fundamental yang kuat dan terlepas dari latar belakang makro yang tidak pasti. Sementara harga nikel telah reli kuat sepanjang tahun ini, kami pikir reli dapat berlanjut karena momentum positif akan tetap ada untuk beberapa waktu," kata Mikanikrezai.

Stok nikel di gudang yang dipantau bursa logam London (LME) mencapai 91.716 ton pada 28 Januari, level terendah sejak akhir 2019. Sedangkan persediaan di bursa berjangka Shanghai (ShFE) adalah 4.711 ton pada 14 Januari, level terendah sejak Oktober 2019.

Mengacu polling Reuters, nikel dunia pada kuartal I-2022 diprediksi bergerak dengan di rerata harga US$ 19.998/ton, lebih tinggi dari rerata kuartal IV-2021 sebesar US$ 19.675,25/ton.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Efek Lockdown China, Harga Nikel Turun Tipis


(ras/ras)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading