Gudang Kosong, Harga Nikel Naik

Market - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
26 January 2022 15:49
Trucks load raw nickel near Sorowako, Indonesia's Sulawesi island, January 8, 2014. REUTERS/Yusuf Ahmad

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga nikel bangkit setelah jatuh 4% dalam dua hari terakhir pada perdagangan sore hari ini. Kenaikan harga nikel terdorong persediaan yang terus menurun.

Pada Rabu (26/1/2021) pukul 15.08 WIB, harga nikel dunia tercatat US$ 22.465/ton, naik 0,56% dibandingkan harga penutupan kemarin.


Persediaan nikel terus turun sejak bulan April 2021. Terhitung sejak bulan itu, persediaan nikel di gudang bursa logam London telah anjlok 64,97% menjadi 92.688 ton.

Salah satu ancaman pasokan nikel adalah perang ketegangan geopolitik Rusia dan Ukraina.

Ketegangan geopolitik yang berkecamuk di Rusia membuat investor ketar-ketir terhadap pasokan nikel global yang sudah langka. Uni Eropa dan Amerika Serikat akan mengancam menjatuhkan sanksi kepada Rusia jika nekat menyerang Ukraina.

Sanksi ini yang menurut Alastair Munro, seorang pialang di Marex, yang akan memperburuk pasokan nikel di pasar.

Rusia adalah produsen nikel terbesar nomor 3 di dunia dengan produksi 280.000 ton pada tahun 2020, mengacu data Statista. Sehingga pengaruhnya besar terhadap pergerakan harga nikel dunia.

Persediaan yang langka seiring dengan permintaan yang masih tinggi mendorong harga nikel karena faktor kelangkaan.

"Reli harga nikel kemungkinan didorong oleh prospek permintaan yang kuat dan kekhawatiran pasokan," kata analis Commerzbank Daniel Briesemann.

Salah satu permintaan yang bertumbuh adalah dari sektor energi hijau. Tepatnya dari permintaan baterai kendaraan listrik.

"Stok nikel di gudang LME sedang ditarik karena dapat digunakan untuk membuat nikel sulfat untuk baterai yang digunakan pada kendaraan listrik," kata analis ING Wenyu Yao.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Produksi Stainless Steel Mulai Jalan, Nikel Ada Harapan?


(ras/ras)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading