Tidak Ada yang Menarik Dari Pergerakan Harga Tembaga

Market - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
26 January 2022 13:25
FILE PHOTO: Trucks are parked at the open-pit mine of PT Freeport's Grasberg copper and gold mine complex near Timika, in the eastern region of Papua, Indonesia on September 19, 2015 in this file photo taken by Antara Foto.   REUTERS/Muhammad Adimaja/Antara FotoATTENTION EDITORS - THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. IT IS DISTRIBUTED, EXACTLY AS RECEIVED BY REUTERS, AS A SERVICE TO CLIENTS. FOR EDITORIAL USE ONLY. NOT FOR SALE FOR MARKETING OR ADVERTISING CAMPAIGNS MANDATORY CREDIT. INDONESIA OUT. NO COMMERCIAL OR EDITORIAL SALES IN INDONESIA./File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga tembaga bergerak datar pada perdagangan selang siang hari ini. Investor masih menanti kebijakan moneter The Fed yang akan diumumkan Rabu malam waktu setempat.

Pada Rabu (26/1/2021) pukul 11.00 WIB harga tembaga dunia tercatat US$ 9.804,5/ton, menguat tipis 0,04% dibandingkan harga penutupan kemarin.


Investor sedang menunggu pengumuman kebijakan moneter The Fed sekaligus menanti pernyataan mengenai waktu kenaikan suku bunga.

Ekonomi Amerika Serikat (AS) yang terlampau panas mendesak The Fed untuk segera mengambil kebijakan untuk menahan laju inflasi. Tingkat inflasi yang mencapai 7%, pasar berekspektasi era suku bunga rendah akan segera ditinggalkan.

Berdasarkan data CME Fedwatch, pelaku pasar mengantisipasi bahwa The Fed bakal menaikkan suku bunga acuan paling cepat 25 basis poin (bps) pada Maret 2022 dengan probabilitas 88,7%.

Selain itu, the Fed diperkirakan bakal menaikkan suku bunga acuan 4 kali di tahun 2022.

"Prediksi dasar kami The Fed akan menaikkan suku bunga sebanyak 4 kali di bulan Maret, Juni, September dan Desember. Tetapi kami melihat risiko The Fed ingin menaikkan suku bunga di setiap pertemuan sampai proyeksi inflasi berubah," kata David Mericle, ekonom di Goldman Sachs.

Kenaikan suku bunga lebih cepat dapat memangkas likuiditas di pasar keuangan dan memperlambat pemulihan di ekonomi.

Ketika pemulihan ekonomi melambat, permintaan tembaga akan ikut menyusut. Ini karena tembaga digunakan oleh berbagai sektor strategis dalam pertumbuhan ekonomi negara. Sektor peralatan sehari-hari, konstruksi, infrastruktur, transportasi, dan industrial adalah konsumen tembaga.

Sehingga permintaan untuk tembaga akan menjadi lesu, harga pun mengikuti.

Harga tembaga ditopang oleh persediaan yang kian turun di gudang. Persediaan tembaga di gudang bursa logam London (LME) pada 25 Januari 2021 tercatat 96.675 ton. Jumlah ini turun sudah turun 62,07% dibandingkan persediaan tertinggi dalam setahun pada bulan Agustus 2021..


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Warning! JP Morgan Bilang Harga Tembaga Bearish


(ras/ras)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading