RI Panen Durian Runtuh, Sri Mulyani Bisa Kipas-kipas Duit

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
25 January 2022 14:15
Infografis: RI Panen 'Durian Runtuh', Sri Mulyani Kini Kipas-kipas Duit

Jakarta, CNBC Indonesia - Pada 2021 lalu, penerimaan negara meningkat drastis akibat kenaikan harga komoditas internasional. Hal ini layaknya 'durian runtuh' karena mampu membuat penerimaan negara melejit.

"Karena komoditas melonjak luar biasa, pajak sektor pertambangan dari minus 43,4% menjadi 60,52% positif itu lonjakannya pada kuartal III. Saat Delta membabi buta kita naiknya justru tiga kali lipat," ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers belum lama ini.


Peningkatan juga muncul pada sektor industri pengolahan, perdagangan dan konstruksi, serta real estate. Secara total penerimaan pajak di akhir tahun mencapai Rp 1.277,5 triliun (103,9%) tumbuh 19,2%.

Dampak berikutnya terlihat pada bea keluar yang realisasinya mencapai Rp 34,6 triliun atau 1.933,7% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pertumbuhannya mencapai 708,2%. Adapun penopang terbesar adalah produk kelapa sawit dan tembaga.

Kemenkeu juga mencatat kenaikan pada penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Realisasinya hingga akhir tahun adalah Rp 452 triliun atau tumbuh 31,5% menjadi 151,6% dari target APBN.

Hal ini didorong oleh pendapatan SDA Migas yang mencapai Rp 98 triliun atau tumbuh 41,9% akibat kenaikan harga minyak dunia dalam setahun terakhir. Kemudian SDA Non Migas mencapai Rp 52,8 triliun atau 181,4%, atau tumbuh 87,6% yang didukung oleh batu bara, tembaga, dan nikel.

Diketahui, Pemerintah Indonesia harus menyediakan dana untuk membayar utang yang jatuh tempo sebesar Rp 443,8 triliun pada 2022. Sebagian besar akan jatuh di paruh pertama tahun ini.

Bagaimana dengan 2022?

Dirjen Bea dan Cukai Askolani memperkirakan beberapa harga komoditas memang mulai menunjukkan penurunan. Akan tetapi masih lebih tinggi dibandingkan periode sebelum 2020. Sehingga penerimaan negara tetap akan tumbuh positif.

"Seperti CPO masih tetap tinggi, paling tidak sampai semester I ini, sehingga akan membantu penerimaan negara," ujarnya saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Alhamdulillah... RI Nggak Jadi Ngutang Banyak Tahun ini


(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading