Warning! JP Morgan Bilang Harga Tembaga Bearish

Market - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
13 October 2021 09:20
Indonesia lewat PT Indonesia Alumunium (Inalum) menguasai 51% saham PT Freeport Indonesia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, melakukan kunjungan kerja ke tambang Freeport di Timika, Papua pada 2-3 Mei 2019.

Dalam acara, Jonan mengunjungi tambang emas legendaris milik Freeport Indonesia, yaitu Grasberg, yang lokasinya 4.285 meter di atas permukaan laut.

Tambang Grasberg ini akan habis kandungan mineralnya dan berhenti beroperasi pada pertengahan 2019 ini. Sebagai gantinya, produksi meas, perak, dan tembaga Freeport akan mengandalkan tambang bawah tanah yang lokasinya di bawah Grasberg.

Dalam kunjungan tersebut, Jonan didampingi Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas, Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin, serta sejumlah pejabat Kementerian ESDM.

Perjalanan menuju Grasberg dilakukan menggunakan bus khusus, dan sempat disambung dengan menggunakan kereta gantung atau disebut tram yang mengantarkan hingga ketinggian 4.000 meter di atas permukaan laut, dan disambung dengan bus lagi hingga ke puncak Grasberg.

Cuaca gerimis serta oksigen yang tipis menyambut kedatangan Jonan dan rombongan di lokasi puncak Grasberg.

Dalam kunjungannya Jonan mengatakan, tantangan saat ini adalah membuat operasional Freeport terus berjalan dengan baik, dan produksi, keselamatan kerja, serta lingkungan dapat terjaga dengan baik.

Jonan meminta agar tidak ada hambatan dalam pengelolaan tambang Freeport pasca pengambilalihan 51% saham oleh Inalum.

Jonan juga meminta agar ke depan peranan Freeport terhadap masyarakat Papua makin besar, lewat pembangunan sarana dan prasarana seperti sekolah serta rumah sakit atau puskesmas. (CNBC Indonesia/Wahyu Daniel)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga tembaga pagi ini turun tipis di tengah kecemasan investor akan meluasnya krisis energi ke banyak negara, sehingga menghambat pemulihan ekonomi dunia.

Pada Rabu (13/10/2021) pukul 08:40 WIB harga tembaga dunia tercatat US$ 9.445,50/ton. Turun 0,06% dibanding harga penutupan kemarin.


tembagaSumber: Investing.com

Krisis energi yang terjadi saat ini ditakutkan akan memperlambat pemulihan ekonomi dunia paska pandemi COVID-19 (Corona Virus Disease 2019). Harga komoditas energi yang tinggi dapat membuat biaya produksi meningkat di tengah permintaan yang masih dalam fase pemulihan.

"Kami mempertahankan pandangan bearish pada harga (tembaga) dan memperkirakan rata-rata US$8,900/ton di kuartal IV-2021 dengan harga bergerak kembali ke bawah menuju rata-rata US$8,200/ton pada kuartal IV-2022," kata analis JPMorgan dalam sebuah laporan.

Akan tetapi, persediaan yang ketat karena distribusi yang macet bisa jadi katalis positif untuk pergerakan harga tembaga dalam waktu dekat. "Ini tetap merupakan potensi kenaikan harga dalam waktu dekat," tambah laporan JPMorgan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ras/ras)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading