Tembaga Naik Terus! Jangan Senang Dulu, Proyek EBT Terancam

Market - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
15 October 2021 09:09
Ilustrasi batu tembaga. (Dok: Detikcom/Dikhy Sasra)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga tembaga dunia tergelincir karena aksi ambil untung investor setelah naik 9% dari harga terendah dalam dua minggu dan menyentuh level tertinggi sejak Juni 2021.

Pada Jumat (15/10/2021) pukul 08:08WIB harga tembaga tercatat US$ 9.983,75/ton, turun 0,22% dibanding harga penutupan kemarin.


tembagaSumber: Investing.com

Faktor lain yang membebani laju harga tembaga adalah kekhawatiran investor atas utang di sektor properti China dan krisis listrik yang mulai meluas. Citigroup, dalam analisisnya, memperkirakan harga tembaga masih bisa turun 10% dengan permintaan yang akan menyusut selama tiga bulan.

Selain itu, harga tembaga yang terlalu tinggi dikhawatirkan mengganggu pengembangan energi terbarukan. Dampaknya adalah biaya bahan baku semakin mahal dan akhirnya menekan margin keuntungan para pengembang.

Jika tren ini terus berlanjut, banyak proyek terbarukan mungkin menjadi proyek yang rugi dan atau kekurangan modal kecuali proyek milik perusahaan besar yang memiliki modal berlimpah.

Untuk diketahui, tembaga adalah salah satu komponen penting dalam produksi energi terbarukan seperti mobil listrik, panel surya, dan turbin angin.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ras/ras)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading