Unit Link: Biaya Selangit, Cuan Seuprit!

Market - Riset, CNBC Indonesia
25 January 2022 09:15
Ilustrasi Asuransi (Photo by Kindel Media from Pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Produk asuransi unit link sejatinya tidak hanya menawarkan proteksi untuk jiwa dan kesehatan tetapi juga investasi.

Produk keuangan yang satu ini sekilas seperti paket komplit. Namun sayang terlepas dari proteksi yang diberikan, kinerja investasi unit link di industri asuransi domestik banyak yang mengecewakan nasabah.

Pada beberapa kasus, nasabah yang rutin menyetor premi selama bertahun-tahun harus gigit jari ketika menagih uang hasil asuransi dari pihak asuransi.


Salah satu alasan yang sering mengemuka adalah investasi yang dilakukan belum balik modal. Hal ini bisa terjadi karena dua hal.

Dalam membeli produk unit link, nasabah dikenakan biaya akuisisi. Sederhananya biaya akuisisi mencakup biaya untuk asuransi, administrasi, fee untuk asuransi, hingga komisi agen.

Biaya akuisisi untuk asuransi unit link di Indonesia terbilang tinggi. Berdasarkan penelusuran Tim Riset CNBC Indonesia, biaya akuisisi asuransi unit link untuk berbagai produk biasanya lebih besar 100% selama rata-rata 5 tahun.

Lantas sebenarnya apa dampak dari biaya akuisisi tersebut? Agar lebih mudah memahaminya, simak ilustrasi berikut.

Asumsikan seorang memutuskan untuk untuk menjadi nasabah asuransi unit link perusahaan X dengan premi per bulan Rp 500 ribu.

Biaya akuisisi yang dikenakan dari pihak asuransi X mencapai 150% selama 5 tahun. Di tahun pertama biaya akuisisi sebesar 75%, kemudian di tahun kedua dikenakan 40%, tahun ketiga 15% dan tahun keempat sampai tahun kelima dikenakan biaya akuisisi 5%.

Artinya di tahun pertama, dari Rp 500 ribu/bulan yang disetorkan, yang diputarkan ke investasi hanya 25% atau sekitar Rp 125 ribu. Dalam 12 bulan di tahun pertama, total premi yang dibayarkan mencapai Rp 6 juta namun yang diinvestasikan hanya Rp 1,5 juta.

Jika diasumsikan nasabah membayar premi flat tanpa kenaikan dan top up selama 30 tahun, maka modal yang dikeluarkan mencapai Rp 180 juta.

Apabila menggunakan skenario return 5-15%, maka periode balik modal paling cepat baru 3-9 tahun.

Tahun

Premi/Tahun

Premi Kumulatif

Biaya Akuisisi

Investasi

Skenario Return 5%

Skenario Return 10%

Skenario Return 15%

1

6,000,000

6,000,000

75%

1,500,000

1,575,000.00

1,650,000

1,725,000

2

6,000,000

12,000,000

40%

3,600,000

5,433,750.00

5,775,000

10,781,250

3

6,000,000

18,000,000

15%

5,100,000

11,060,437.50

11,962,500

19,621,875

4

6,000,000

24,000,000

10%

5,400,000

17,283,459.38

19,098,750

28,173,563

5

6,000,000

30,000,000

10%

5,400,000

23,817,632.34

26,948,625

37,200,919

6

6,000,000

36,000,000

0%

6,000,000

31,308,513.96

36,243,488

48,580,011

7

6,000,000

42,000,000

0%

6,000,000

39,173,939.66

46,467,836

60,338,012

8

6,000,000

48,000,000

0%

6,000,000

47,432,636.64

57,714,620

73,271,813

9

6,000,000

54,000,000

0%

6,000,000

56,104,268.47

70,086,082

87,498,994

10

6,000,000

60,000,000

0%

6,000,000

65,209,481.90

83,694,690

103,148,894

11

6,000,000

66,000,000

0%

6,000,000

74,769,955.99

98,664,159

120,363,783

12

6,000,000

72,000,000

0%

6,000,000

84,808,453.79

115,130,575

139,300,161

13

6,000,000

78,000,000

0%

6,000,000

95,348,876.48

133,243,632

160,130,177

14

6,000,000

84,000,000

0%

6,000,000

106,416,320.31

153,167,996

183,043,195

15

6,000,000

90,000,000

0%

6,000,000

118,037,136.32

175,084,795

208,247,515

16

6,000,000

96,000,000

0%

6,000,000

130,238,993.14

199,193,275

235,972,266

17

6,000,000

102,000,000

0%

6,000,000

143,050,942.79

225,712,602

266,469,493

18

6,000,000

108,000,000

0%

6,000,000

156,503,489.93

254,883,863

300,016,442

19

6,000,000

114,000,000

0%

6,000,000

170,628,664.43

286,972,249

336,918,086

20

6,000,000

120,000,000

0%

6,000,000

185,460,097.65

322,269,474

377,509,895

21

6,000,000

126,000,000

0%

6,000,000

201,033,102.53

361,096,421

422,160,884

22

6,000,000

132,000,000

0%

6,000,000

217,384,757.66

403,806,063

471,276,973

23

6,000,000

138,000,000

0%

6,000,000

234,553,995.54

450,786,669

525,304,670

24

6,000,000

144,000,000

0%

6,000,000

252,581,695.32

502,465,336

584,735,137

25

6,000,000

150,000,000

0%

6,000,000

271,510,780.09

559,311,870

650,108,650

26

6,000,000

156,000,000

0%

6,000,000

291,386,319.09

621,843,057

722,019,516

27

6,000,000

162,000,000

0%

6,000,000

312,255,635.05

690,627,363

801,121,467

28

6,000,000

168,000,000

0%

6,000,000

334,168,416.80

766,290,099

888,133,614

29

6,000,000

174,000,000

0%

6,000,000

357,176,837.64

849,519,109

983,846,975

30

6,000,000

180,000,000

0%

6,000,000

381,335,679.52

941,071,020

1,089,131,673

Namun harus diingat, payback period alias masa impas antara pembayaran premi dan return investasi juga dipengaruhi oleh aset investasi yang dipilih. Apabila nasabah memilih aset pasar uang yang returnnya rendah dan risiko-nya rendah, waktu payback period akan lebih lama.

Selain aset yang dipilih, kecepatan BEP juga dipengaruhi oleh kinerja investasi. Dalam banyak kasus, investasi unit link sering tak konsisten dan meleset dari target bahkan underperform dari tolok ukur yang dipatok.

Jika yang dipilih sebagai aset investasi adalah saham dengan tolok ukur Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), banyak kasus kinerja investasinya berada di bawah kinerja indeks.

Jika dalam lima tahun terakhir kinerja unit link hanya 3% per tahun maka waktu BEP baru 13 tahun. Tentu saja ini adalah waktu yang sangat lama.

Bahkan untuk berberapa kasus seperti asuransi Prudential yang menurut penelusuran Tim Riset CNBC Indonesia mematok biaya akuisisi 200% dengan kinerja unit link saham yang buruk yakni rerata 0,51% dalam 5 tahun terakhir, payback period bisa mencapai 29 tahun.

Untuk itu sebelum memilih asuransi unit link pastikan bahwa agen menjelaskan tentang biaya akuisisi, lakukan benchmark dengan asuransi lain untuk besaran biaya akuisisi dan cek kinerja investasinya secara historis agar terhindar dari waktu payback period yang lama.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Prudential Indonesia Tangani Keluhan Nasabah Sesuai Aturan


(RCI/RCI)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading