Habis Meroket 16%, Harga Nikel Ambles 2%

Market - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
24 January 2022 15:44
FILE PHOTO: A worker holds iron ore at the Krakatau Bandar Samudra port, a subsidiary of PT Krakatau Steel Tbk in Cilegon, Indonesia's Banten province February 21, 2013. REUTERS/Beawiharta/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga nikel dunia tergelincir pada perdagangan siang hari ini karena aksi ambil untung investor. Sebelumnya harga nikel menguat 16% sejak awal tahun ini.

Pada Senin (24/1/2022) pukul 13:40 WIB harga nikel dunia tercatat US$ 23.500/ton, anjlok 2,2% dibandingkan harga penutupan akhir pekan lalu.


Harga nikel terus menguat sejak awal tahun terdorong kendala pasokan di pasar di tengah prospek permintaan yang kuat ke depan.

"Reli harga nikel kemungkinan didorong oleh prospek permintaan yang kuat dan kekhawatiran pasokan," kata analis Commerzbank Daniel Briesemann.

Persediaan nikel terus turun sejak bulan April 2021. Terhitung sejak bulan itu, persediaan nikel di gudang bursa logam London telah anjlok 64,67% menjadi 93.480 ton.

Sementara itu, persediaan bijih nikel di pelabuhan Cina turun 142.000 ton basah (wmt) pada pekan yang berakhir 21 Januari menjadi 8,45 juta wmt. Total kandungan Ni mencapai 66.400 ton. Total persediaan di tujuh pelabuhan utama mencapai sekitar 4,1 juta wmt, turun 18.000 wmt dari pekan sebelumnya.

"Stok nikel di gudang LME sedang ditarik karena dapat digunakan untuk membuat nikel sulfat untuk baterai yang digunakan pada kendaraan listrik," kata analis ING Wenyu Yao.

China adalah konsumen terbesar nikel di dunia sebesar 1,31 juta ton pada 2020, mengacu data Statista. Sehingga ketika persediaan nikel di China makin langka, harga nikel dapat terkerek naik.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Produksi Stainless Steel Mulai Jalan, Nikel Ada Harapan?


(ras/ras)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading