Kenaikan Komoditas Bakal Jadi 'Booster' Buat IHSG

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
18 January 2022 09:15
Kondisi papan perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (9/2/2018). IHSG hari ini bergerak negatif karena respon sentimen anjloknya bursa saham Amerika hingga 4,15%. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sentimen utamanya datang dari kenaikan sejumlah harga komoditas seperti batu bara, crude palm oil (CPO) dan nikel cukup menjadi salah satu sentimen penggerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini.

Pengamat pasar saham MNC Asset Management, Edwin Sebayang berpendapat, kenaikan sejumlah harga komoditas seperti batu bara (8,36%), CPO (0,91%), nikel (0,43%) akan menjadi katalis positif bagi IHSG untuk berbalik menguat alias rebound pada perdagangan Selasa ini.

Dari dalam negeri, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada November yang menjadi Rp 5.966 triliun, turun 1,4% dari posisi Oktober 2021.


"IHSG diperkirakan bergerak pada rentang 6.594 - 6.690," kata Edwin Sebayang, dalam publikasi riset, Selasa (18/1/2022).

Sementara itu, Kanaka Hita Solvera memperkirakan, hari ini, IHSG akan menguji support area 6600-6625. Selama IHSG masih bertahan di atas 6593, IHSG masih ada peluang rebound lagi.

Hanya saja, jika IHSG sampai ditutup di bawah 6593, kemungkinan besar IHSG akan memulai wave iii dari wave (iii) dari wave [c], yang artinya IHSG akan terus turun dengan target akhir wave [c] dari wave B di 6400-6450.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ditopang Kenaikan Komoditas, IHSG Siap Tembus Level 6.700


(sys/dhf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading