'Dicecar' Bursa soal Modal Inti, Bank IBK (AGRS) Buka Suara

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
12 January 2022 15:49
Peluncuran IBK Indonesia, dulu Bank Agris/Dok IBK

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank IBK Indonesia Tbk (AGRS) berkomitmen untuk memenuhi kewajiban modal inti minimum Rp 3 triliun sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun ini.

Hal tersebut disampaikan pihak Bank IBK Indonesia dalam tanggapannya terhadap sejumlah pertanyaan pihak bursa di keterbukaan informasi di website Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (12/1/2022).

Asal tahu saja, OJK mewajibkan bank untuk memiliki modal inti minimal Rp 2 triliun pada 2021 dan meningkat menjadi sebesar Rp 3 triliun per Desember 2022.


Hal ini sesuai dengan deadline yang ditetapkan dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum.

"Sesuai dengan ketentuan POJK 12/20 terkait kewajiban modal inti minimum Rp 3 triliun, perseroan termasuk dalam kriteria yang diwajibkan memenuhi ketentuan tersebut," jelas manajemen Bank IBK Indonesia, dikutip CNBC Indonesia, Rabu (12/1).

Bank IBK Indonesia juga mengafirmasi pertanyaan BEI soal apakah perseroan telah memenuhi kewajiban modal inti minimum Rp 2 triliun pada tahun lalu.

Menurut penjelasan AGRS, sesuai dengan Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun 2021, perseroan sudah melakukan penambahan modal pada akhir tahun lalu untuk memenuhi modal inti Rp 2 triliun.

Pemegang saham pengendali (PSP), Industrial Bank of Korea, telah melakukan penambahan modal kepada AGRS pada akhir 2021. "Sehingga sampai dengan 31 Desember 2021, modal inti Bank sebesar Rp 2,9 triliun," jelas pihak AGRS.

Rinciannya, mengacu pada penjelasan AGRS, modal disetor per akhir 2021 mencapai Rp 1,8 triliun, modal lainnya sebesar Rp 0,1 triliun, dan peningkatan penyertaan modal Rp 1,0 triliun.

Adapun demi memenuhi ketentuan modal inti minimum Rp 3 triliun, sesuai dengan RBB perseroan tahun 2022, Industrial Bank of Korea akan kembali menambah setoran modal pada akhir 2022.

Secara detail, modal disetor AGRS per kuartal IV 2022 diproyeksikan akan sebesar Rp 2,8 triliun, modal lainnya akan menjadi Rp 0,2 triliun, dan penambahan setoran modal sebesar Rp 1 triliun. Nantinya, total modal inti AGRS akan mencapai Rp 4,0 triliun pada triwulan keempat tahun ini.

Berhubungan dengan aksi korporasi yang nanti akan dilakukan terkait pemenuhan modal inti minimum pada tahun ini, Bank IBK Indonesia menyatakan akan tetap memenuhi Ketentuan V Peraturan Bursa No. I-A terkait porsi kepemilikan saham publik (free float).

Caranya, AGRS akan menyediakan porsi 7,5% kepada publik dalam setiap penawaran umum terbatas dan mencari pembeli siaga.

Selain itu, AGRS juga menyebutkan, hingga saat ini belum ada rencana perubahan struktur pemegang saham, ultimate beneficial owner dan/atau pengendali.

Nantinya, seiring pemenuhan kewajiban modal inti tersebut, permodalan perseroan akan semakin kuat dan pada gilirannya dapat memberikan kredit dengan lebih leluasa karena Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) yang lebih tinggi.

"[Sehingga] diharapkan dapat menggenjot pertumbuhan dan meningkatkan profit perseroan," kata manajemen AGRS.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ini Jurus BPD DIY Penuhi Modal Inti Rp 3 Triliun


(adf/vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading