Harga Nikel Tembus Rekor! Indonesia Bakal Jadi 'Raja' Nih...

Market - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
12 January 2022 10:19
A worker uses the tapping process to separate nickel ore from other elements at a nickel processing plant in Sorowako, South Sulawesi Province, Indonesia March 1, 2012. REUTERS/Yusuf Ahmad

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga nikel dunia cetak rekor tertinggi sejak 2012 pagi ini. Lantas, apa ini sinyal kinerja nikel tahun ini lebih cemerlang dibanding 2021?

Pada Rabu (12/1/2021) pukul 08:58 WIB harga nikel dunia tercatat US$ 21.830/ton, naik 0,17% dibandingkan posisi hari sebelumnya.


Harga nikel mencapai level tertinggi sejak 7 Februari 2012 di US$ 21.714/ton karena berkurangnya persediaan global yang menunjukkan permintaan yang solid.

Permintaan nikel untuk kendaraan listrik di China meningkat sehingga berdampak pada persediaan nikel yang semakin berkurang.

"Stok nikel di gudang LME sedang ditarik karena dapat digunakan untuk membuat nikel sulfat untuk baterai yang digunakan pada kendaraan listrik," kata analis ING Wenyu Yao.

Pembuat mobil global seperti Volkswagen, General Motors, Toyota Motor Corp, dan Tesla Inc sedang meningkatkan produksi kendaraan listrik di China. China sebagai pasar mobil terbesar di dunia, telah menetapkan target untuk mobil lsitrik, termasuk hibrida plug-in dan kendaraan sel bahan bakar hidrogen, menghasilkan 20% dari penjualan mobil pada tahun 2025.

Persediaan nikel di gudang bursa logam London (LME) turun di bawah level 100.000 ton. Pada 10 Januari 2021 persediaan tercatat 99.954 ton. Jumlah ini turun 62,23% ptp dari persediaan tertinggi tahun lalu.

Sedangkan stok nikel di gudang Shanghai Futures Exchange (ShFE), konsumen nikel terbesar di dunia, mendekati rekor terendah di 4.859 ton. Jumlah ini turun dari sekitar 16.000 ton dari tahun lalu.

Harga nikel pada tahun 2022 diperkirakan bertumbuh lebih stabil dibanding tahun lalu yang meledak-ledak. Harga nikel masih akan ditopang oleh defisit pasokan.

Fitch Solution memperkirakan rata-rata harga nikel tahun 2022 akan berada di level US$ 17.000/ton. Sementara Konsensus Bloomberg memprediksi harga rata-rata nikel berada di US$ 19.000/ton.

Pasar nikel pada tahun ini diperkirakan masih mengalami defisit oleh Fitch Solution namun lebih rendah dari tahun lalu. Besarannya adalah defisit 274.000 ton, turun dari defisit tahun 2021 sebesar 298.000 ton. Defisit pasokan terjadi saat pasokan tidak dapat memenuhi permintaan atau konsumsi.

Konsumsi nikel diprediksi akan mencapai 2,66 juta ton tahun ini. Jumlah ini tumbuh 1,88% dari tahun lalu sebesar 2,6 juta ton. Sedangkan produksi tahun ini diproyeksi akan mencapai 2,38 juta ton, naik 3,12% dari tahun lalu sebesar 2,31 juta ton.

Konsumsi sebagian besar akan datang dari pabrik baja tahan karat (stainless steel). Stainless steeladalah barang hasil akhir yang menyumbang 60% permintaan nikel dunia. Namun, pertumbuhannya diperkirakan melambat dibanding tahun 2021. 

Permintaan dari kendaraan listrik diprediksi akan tumbuh seiring penjualan yang meningkat, namun belum sebesar permintaan dari pabrik stainless steel.

Sementara itu, produksi nikel dunia yang naik didorong oleh Indonesia. Pertumbuhan produksi nikel garuda diperkirakan naik 15,6% dan jadi tertinggi dibanding negara produsen nikel olahan lainnya.

Indonesia patut bersyukur karena dilimpahi sejumlah sumber daya energi dan tambang, termasuk nikel. Bahkan, 'harta karun' nikel Indonesia merupakan terbesar dibandingkan negara lainnya. Indonesia memiliki cadangan nikel sebesar 72 juta ton Ni (nikel).

Jumlah cadangan tersebut merupakan 52% dari total cadangan nikel dunia yang mencapai 139.419.000 ton Ni. Data tersebut berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) 2020 dalam booklet bertajuk "Peluang Investasi Nikel Indonesia" yang merupakan hasil olahan data dari USGS Januari 2020 dan Badan Geologi 2019.

Para penambang Indonesia diminta untuk meningkatkan kapasitas smelter untuk mengekspor nikel olahan karena larangan ekspor bijih nikel. Beberapa perusahaan produsen pun sudah diatur untuk meningkatkan produksi selama dua tahun ke depan.

Contohnya PT Antam Tbk yang hampir menyelesaikan smelter feronikel Haltim dengan kapasitas 13.500 ton per tahun. Dengan ekspansi smelter, Fitch memperkirakan neraca produksi nikel olahan Indonesia akan t surplus 568.000 ton pada tahun 2030.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Produksi Stainless Steel Mulai Jalan, Nikel Ada Harapan?


(ras/ras)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading