Saham Anak Usaha Milik Boy Tohir dipantau BEI

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
11 January 2022 17:00
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021).  Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten maskapai penerbangan PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) dan emiten pertambangan batu bara metalurgi PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) masuk ke dalam radar pengawasan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kedua saham tersebut dipantau bursa lantaran telah terjadi peningkatan harga saham yang di luar kebiasaan atawa unusual market activity (UMA) akhir-akhir ini.

"Pengumuman UMA tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal," jelas pihak BEI dalam keterangannya, dikutip CNBC Indonesia, Selasa (11/1/2022).


Alhasil, dalam sepekan saham CMPP sudah terbang 220,12%.Memang, setelah terkoreksi pada dua hari pertama 2022, tepatnya setelah suspensi kembali dibuka oleh bursa pada Senin (3/1/2022), saham CMPP terus melonjak selama hari hari berturut-turut dengan rentang kenaikan di 23,39% - 34,15%.

Siang ini, hingga pukul 14.14 WIB, harga saham CMPP melesat 24,41% ke level Rp 525/saham.

Sebelumnya, saham CMPP 'digembok' bursa sejak 5 Agustus 2019 lantaran AirAsia Indonesia belum memenuhi ketentuan jumlah saham beredar di publik atau free float sebesar 7,5%, sesuai dengan aturan bursa.

Menurut data teranyar BEI per 31 Desember 2021, kepemilikan masyarakat (di bawah 5%) di saham CMPP hanya sebesar 1,59%. Sementara, AirAsia Investment Ltd menggenggam 49,25% dan PT Fersindo Nusaperkasa menguasai 49,16%.

Dalam keterbukaan informasi, Senin (3/1), pihak bursa menjelaskan alasan kembali dibukanya suspensi saham CMPP adalah untuk memberikan kesempatan bagi CMPP untuk memenuhi ketentuan dimaksud selama waktu 2 tahun sejak diberlakukannya Surat Keputusan No. Kep-00101/BEI/12-2021.

Kemudian, dalam tanggapannya kepada BEI soal perkembangan rencana perbaikan kondisi perusahaan, Senin (3/1), manajemen AirAsia Indonesia menjelaskan, selama kuartal I 2022, perseroan masih akan memaksimalkan upaya pemulihan kinerja keuangan perseroan pasca Pandemi Covid-19.

Selain itu, pada empat bulan pertama 2022, AirAsia Indonesia menjelaskan, rencana aksi korporasi dalam rangka memenuhi ketentuan V.1 Peraturan Bursa Nomor I-A mengenai free float telah mendapatkan persetujuan dari Pemegang Saham Utama dan sedang dalam proses finalisasi.

Sementara, saham ADMR terus melonjak di kisaran 24,47% - 35,00% selama tujuh hari beruntun. Artinya, sejak debut pada Senin pekan lalu (3/1), saham ADMR selalu melambung tinggi.

Saat ini, saham ADMR diperdagangan di harga Rp 590/saham atau melejit 24,47% dibandingkan saat pembukaan pasar.

Dus, sejak melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada Senin (3/1), saham ADMR sudah meroket 490%.

Adapun, informasi terakhir mengenai emiten anak usaha PT Adaro Energy Tbk (ADRO) tersebut adalah informasi pada 5 Januari 2022 yang dipublikasikan melalui website BEI terkait laporan informasi atau fakta material tanggapan atas permintaan penjelasan pemberitaan media massa terkait larangan ekspor batubara.

Asal tahu saja, berdasarkan prospektus IPO, Adaro Minerals melepas 6.048.580.000 dengan nominal Rp 100 per saham atau setara dengan 15% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum. ADRO meraup dana segar Rp 604,85 miliar melalui aksi korporasi ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Listing, Perusahaan Batu Bara Boy Thohir Sentuh ARA


(adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading