Kolesterol Tinggi! Diangkat Tinggi, Saham Bank Mini Dibanting

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
14 December 2021 09:46
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham emiten bank mini, dengan modal inti di bawah Rp 6 triliun, cenderung melemah pada awal perdagangan hari ini, Senin (13/12/2021). Para investor tampaknya mulai melakukan aksi ambil untung (profit taking) setelah saham tersebut dalam tren kenaikan setidaknya sejak Senin pekan lalu (6/12).

Berikut penguatan saham bank mini, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.27 WIB.

  1. Bank Victoria International (BVIC), saham -4,65%, ke Rp 246/saham


  2. Bank Artha Graha Internasional (INPC), -4,52%, ke Rp 148/saham

  3. Bank Neo Commerce (BBYB), -3,47%, ke Rp 2.500/saham

  4. Bank MNC Internasional (BABP), -3,36%, ke Rp 230/saham

  5. Allo Bank Indonesia (BBHI), -2,86%, ke Rp 7.650/saham

  6. Bank Oke Indonesia (DNAR), -2,79%, ke Rp 348/saham

  7. Bank Jago (ARTO), -2,54%, ke Rp 15.375/saham

  8. Bank Bumi Arta (BNBA), -2,48%, ke Rp 4.320/saham

  9. Bank Raya Indonesia (AGRO), -1,92%, ke Rp 2.040/saham

  10. Bank Ina Perdana (BINA), -1,54%, ke Rp 3.840/saham

  11. Bank IBK Indonesia (AGRS), -0,53%, ke Rp 189/saham

  12. Bank Mestika Dharma (BBMD), -0,50%, ke Rp 2.000/saham

Saham BVIC memimpin pelemahan, yakni minus 4,65%, di tengah aksi jual oleh investor asing dengan nilai jual bersih Rp 1,28 miliar di pasar reguler.

Praktis, pelemahan ini memutus reli kenaikan saham BVIC selama 6 hari beruntun. Kendati turun pagi ini, dalam sepekan saham BVIC masih melesat 22,77% dan dalam sebulan melompat tinggi 35,52%.

Bank Victoria sendiri sedang dalam proses penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD/private placement) dengan menerbitkan 948.979.590 (948,98 juta) saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 196/saham. Dana yang akan dikumpulkan Bank Victoria dalam private placement tersebut mencapai Rp 185,99 miliar.

Aksi korporasi tersebut dilakukan demi memenuhi ketentuan modal minimum Rp 2 triliun berdasarkan POJK No. 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum.

Saham INPC juga ambles 4,52% pagi ini. Dalam sepekan saham INPC masih naik 5,71%.

Setali tiga uang, saham BBYB dan BABP juga sama-sama melorot 3,47% dan 3,6% di tengah nilai transaksi yang besar. Saham BBYB ditransaksikan dengan nilai mencapai Rp 78 miliar, sedangkan BABP mencatatkan nilai transaksi Rp 14 miliar.

Narasi bank digital yang terus berkembang sejak awal tahun ini dan ketentuan regulator soal pemenuhan modal minimum bank menjadi katalis utama melonjaknya saham-saham bank mini.

Memang, tahun 2021 menjadi momentum yang menjanjikan bagi bank digital seiring dengan tren digitalisasi dan ramainya akuisisi sejumlah investor global untuk masuk ke bank digital.

Bukan hanya investor perbankan, investor korporasi non-bank, konglomerat hingga perusahaan rintisan alias startup berlomba-lomba masuk berinvestasi ke bank digital.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewajibkan bank untuk memiliki modal minimal Rp 2 triliun jika tak mau turun kasta menjadi BPR alias Bank Perkreditan Rakyat.

Adapun untuk 2022, modal minimal mencapai Rp 3 triliun sebagaimana termaktub dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa keuangan (OJK) Heru Kristiyana menjelaskan, proses bank-bank tersebut meningkatkan modal inti terus berjalan.

Heru menambahkan, upaya meningkatkan modal inti tersebut dilakukan oleh bank dengan melakukan konsolidasi atau mencari partner strategis."Semua bank itu sudah mengarah ke sana, saya yakin benar, pasti mereka akan memenuhi aturan kita. Kalau tidak penuhi sanksi berat, turun kelas menjadi BPR," kata Heru Kristiyana, dalam wawancara dengan CNBC Indonesia, Kamis (25/11/2021).

Berdasarkan data CNBC Indonesia, setidaknya masih terdapat 13 bank yang saat ini belum memenuhi ketentuan permodalan minimal ini. Untuk menyebut beberapa, ada Bank Ina, Bank Ganesha, Bank Capital Indonesia, Bank MNC Internasional, dan Bank Aladin Syariah.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Habis Manis Sepah Dibuang, Saham Bank Mini Diobral & ARB


(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading