Gak Cuma BUMI, Ini Kontrak Raksasa Batu Bara Segera Berakhir

Market - Pratama Guitarra & Anisatul Umah, CNBC Indonesia
07 December 2021 16:05
Ilustrasi PT Bumi resources

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak tambang batu bara alias Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) Generasi I dari lima raksasa tambang batu bara RI akan segera berakhir.

Bahkan, mengacu pada catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), ada perusahaan tambang yang akan berakhir pada 31 Desember 2021 ini, yaitu PT Kaltim Prima Coal (KPC), anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Perusahaan tambang batu bara milik Bakrie Group ini ditargetkan memproduksi batu bara 60-62 juta ton pada tahun ini.

Direktur BUMI Dileep Srivastava menyampaikan bahwa pihaknya sudah mengajukan perpanjangan kontrak PKP2B-nya menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUP). Pihaknya optimistis akan mendapatkan perpanjangan operasional tambang menjadi IUPK ke depannya.


"Kami telah memenuhi semua formalitas dokumentasi yang dipersyaratkan dan yakin untuk mengamankan IUPK yang berlaku efektif dari tanggal kedaluwarsa KPC saat ini (seperti Arutmin tahun lalu)," terang Dileep kepada CNBC Indonesia, Selasa (7/12/2021).

Namun sayangnya ketika dikonfirmasikan perihal isu perpanjangan kontrak KPC itu, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin belum merespons pertanyaan dari CNBC Indonesia, sehingga belum diketahui pasti apakah kontrak tambang KPC menjadi IUPK ini akan diberikan dalam waktu dekat.

Selain dari KPC, terdapat sejumlah perusahaan batu bara lainnya yang juga akan habis masa kontraknya, antara lain sebagai berikut:

- PT Multi Harapan Utama
Kontrak tambang akan berakhir pada April 2022, mengacu data Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep), Multi Harapan Utama memiliki produksi batu bara 9,84 juta ton dengan luas lahan sebesar 39.972 hektare (ha).

- PT Adaro Indonesia
Perusahaan tambang batu bara milik Garibaldi Thohir atau Boy Thohir ini juga akan berakhir pada Oktober 2022. Tambang batu bara yang memproduksi hingga 51 juta ton berdiri di luas lahan 31.380 ha.

- PT Kideco Jaya Agung
Perusahaan batu bara yang sahamnya dimiliki oleh PT Indika Energy Tbk (INDY) ini PKP2B-nya akan berakhir pada Maret 2023. Perusahaan tambang ini memproduksi batu bara sebanyak 34,5 juta ton dengan luas lahan 47.500 ha.

- PT Berau Coal
Kontraknya akan berakhir pada April 2025. Perusahaan ini memproduksi 32,5 juta ton dengan luas lahan 108.009 ha.

Dalam mendukung kegiatan operasional perusahaan batu bara itu, pemerintah sudah menerbitkan peraturan baru berkenaan dengan pelaksanaan pertambangan mineral dan batu bara itu yakni Peraturan Pemerintah (PP) No. 96 tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara, menggantikan peraturan sebelumnya, yakni PP Nomor 23 tahun 2010.

Peraturan Pemerintah No.96 tahun 2021 ini telah ditetapkan Presiden Joko Widodo pada 9 September 2021 dan telah berlaku sejak diundangkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H. Laoly pada tanggal yang sama, 9 September 2021. Sejak PP ini berlaku, maka PP No. 23 tahun 2010 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Dalam Pasal 58 PP 96/2021 itu disebutkan bahwa permohonan perpanjangan jangka waktu kegiatan operasi produksi untuk pertambangan mineral logam, mineral bukan logam jenis tertentu, atau batu bara diajukan kepada Menteri paling cepat dalam jangka waktu 5 (lima) tahun atau paling lambat dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sebelum berakhirnya jangka waktu kegiatan operasi produksi.

"Perpanjangan jangka waktu kegiatan Operasi Produksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diberikan dengan jangka waktu sesuai sisa jangka waktu IUP dan sesuai jangka waktu perpanjangan," tulis poin ketiga Pasal 58 PP 96/2021 yang berlaku sejak diundangkan pada 9 September 2021 ini.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading