Omicron Datang, Harga Nikel Terpangkas

Market - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
30 November 2021 14:55
Trucks load raw nickel near Sorowako, Indonesia's Sulawesi island, January 8, 2014. REUTERS/Yusuf Ahmad

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga nikel jatuh pada siang ini karena perkiraan pasar akan surplus tahun depan ditambah kecemasan atas penyebaran varian baru virus corona.

Pada Selasa (30/11/2021) pukul 13:46 WIB tercatat US$ 19.957,5/ton, turun 0,91% dibanding harga penutupan kemarin.


NikelSumber: Investing.com

Nornickel, produsen paladium dan nikel kadar tinggi terbesar di dunia, memperkirakan pasar nikel akan surplus tahun depan. Pada tahun 2022, Nornickel memperkirakan pasar nikel akan mengalami surplus 59 kilo ton (kt) dalam scenario kasus dasar.

Namun, permintaan nikel jangka panjang akan diuntungkan dari kemajuan sektor kendaraan listrik yang didorong oleh insentif pemerintah di seluruh dunia. Skenario tersebut memperkirakan konsumsi nikel dalam baterai tumbuh di atas 1 juta ton pada tahun 2030. Perkiraan ini mungkin memerlukan revisi lebih lanjut mengingat adopsi netralitas karbon yang lebih ambisius oleh negara di dunia.

Elektrifikasi yang didorong oleh subsidi dan optimalisasi biaya produksi sel baterai adalah jalan untuk mencapai netralitas karbon.

"Rantai nilai baterai membutuhkan unit nikel karbon rendah, yang kemungkinan akan mengalami defisit mengingat laju elektrifikasi yang diproyeksikan. Selain itu, peran penting nikel sebagai logam penting untuk ekonomi rendah karbon semakin ditingkatkan dengan penggunaannya yang terus meningkat dalam energi terbarukan," kata Nornickel.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)menetapkan varian baru Covid-19 asal Afrika Selatan tersebut sebagai "varian yang mengkhawatirkan" (variant of concern/VOC) dan mengatakan bahwa ini kemungkinan akan menyebar lebih cepat daripada varian lain sebelumnya.

Omicron saat ini telah terdeteksi di 12 negara tempat termasuk Australia, Inggris, Kanada, Jerman dan Hong Kong.

"Varian ini memiliki sejumlah besar mutasi, beberapa di antaranya mengkhawatirkan. Bukti awal menunjukkan peningkatan risiko infeksi ulang dengan varian ini, dibandingkan dengan yang lain (varian yang menjadi perhatian/VOC)," tutur WHO dalam pernyataan tersebut.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ras/ras)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading