Beli 7 Saham ini Bulan Lalu, Auto Jadi Sultan

Market - Feri Sandria, CNBC Indonesia
30 November 2021 11:50
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia/ IHSG, Senin (22/11/2021) (CNBC Indonesia/Muhammad sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini terpantau positif, setelah pekan sebelumnya ambles akibat munculnya varian omicron.

Kekhawatiran akan varian baru Covid-19 Omicron yang pekan lalu menghantui pasar, kini tampaknya mulai mereda. Hal ini terlihat dari mulai menguatnya bursa saham utama di Amerika Serikat.

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, mengatakan pada Senin (29/11) waktu setempat bahwa pemerintah AS tidak memberlakukan kebijakan lockdown terkait Omicron untuk saat ini dan mendesak warga Amerika untuk tidak panik tentang varian tersebut.


Melansir dari Refinitiv, meski peningkatan yang terjadi tidak sebesar dua bulan sebelumnya, sepanjang bulan ini indeks bursa saham acuan masih berada di zona positif, setelah pada perdagangan Jumat (26/11) pekan lalu IHSG tertekan lebih dari 2%.

Namun hal tersebut masih terbendung karena pada awal pekan lalu, IHSG berhasil mencetak level all time high (ATH) baru, yakni ditutup di level 6.723,39 pada Senin (22/11/2021).

Dalam kondisi IHSG yang masih terpantau bergerak di zona hijau, beberapa emiten berhasil mencatatkan kenaikan yang cukup signifikan dalam sebulan terakhir, beberapa di antaranya bahkan mampu naik lebih dari 100%.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), dalam sebulan terakhir tercatat 7 saham mengalami peningkatan harga hingga 50%, dengan dua di antaranya bahkan menembus 100%.

Berikut daftar tujuh saham yang mengalami peningkatan terbesar dalam sebulan terakhir

Central Proteina Prima (CPRO) +138%

Di posisi pertama dalam daftar saham paling cuan bulan ini diduduki oleh emiten yang bergerak dalam bidang usaha budidaya perairan yang berhasil meroket hingga 138% ke level harga Rp 119/unit pada pekan ini, dari sebelumnya tidak bergerak di level Rp 50 per saham selama tiga tahun lebih.

Bangkitnya saham CPRO dari 'tidur lelap' terjadi karena Konglomerat asal Thailand, keluarga Jiaravanon resmi menjadi pengendali baru perusahaan pakan budidaya perikanan dan makanan olahan, PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO) setelah mengambil alih 45,27% dari total seluruh saham perseroan.

Bank Bumi Arta (BNBA) +121%

Emiten kedua yang nilai sahamnya mengganda dalam sebulan adalah saham emiten jasa keuangan yang sedang fokus untuk menjadi bank digital. Dalam sebulan BNBA berhasil tumbuh 121,25% ke level Rp 3.540 per saham, yang pada patuh pertama bulan ini berhasil beberapa kali menyentuh batas auto rejection atas (ARA).

Dua pekan lalu saham PT Bank Bumi Artha Tbk (BNBA) ditransaksikan di pasar negosiasi dengan nilai transaksi mencapai Rp 746 miliar atau setara dengan 554 juta saham BNBA berpindah tangan di pasar negosiasi.

Terkuak ternyata Ajaib Reksa Dana (PT Takjub Teknologi Indonesia) yang bernaung di bawah Grup Ajaib menjadi pembeli 24% dari seluruh modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam BNBA.

Berikut adalah lima saham lain yang berhasil tumbuh lebih dari 50% dalam sebulan terakhir

  • Karya Bersama Anugrah (KBAG) +78,69% ke level Rp 109/saham total transaksi Rp 2,2 triliun
  • Sentral Mitra Informatika (LUCK) +73,81% ke level Rp 438/saham total transaksi Rp 539,5 miliar
  • Bumi Citra Permai (BCIP) +70,97% ke level Rp 106/saham total transaksi Rp 754,8 miliar
  • Bank Neo Commerce (BBYB) +70,61% ke level Rp 2.380/saham total transaksi Rp 5,2 triliun
  • Mitra Investindo (MITI) + 54,93% ke level Rp 220/ saham total transaksi Rp 556,3 miliar

[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bursa RI Merah Padam! Tenang...Asing Tetap Borong Saham


(fsd/fsd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading