Cek 8 Berita Ini, Bahan Buat Cari Cuan dari Pasar Saham

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
26 November 2021 08:05
Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa emiten masih melaporkan kinerjanya ke bursa untuk periode yang berakhir pada September 2021. Selain itu juga terdapat kabar dari dua bank digital mengenai bisnis dan rencana aksi korporasinya.

CNBC Indonesia telah merangkum delapan peristiwa emiten pada perdagangan kemarin, Kamis (25/11/2021) untuk menjadi bahan pertimbangan sebelum perdagangan akhir pekan ini, Jumat (26/11/2021) dibuka.


1. Pan Brothers Cetak Laba Rp 270 M Pasca Lolos dari Pailit

Emiten tekstil PT Pan Brothers Tbk (PBRX) mencatatkan laba bersih senilai US$ 19,03 juta atau setara dengan Rp 270,13 miliar (asumsi kurs Rp 14.200/US$) pada akhir kuartal III-2021 lalu.

Nilai tersebut mengalami penurunan sebesar 1,19% secara tahunan (year on year/YoY) dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar US$ 19,25 juta.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis perusahaan, nilai laba bersih per saham juga ikut turun tipis menjadi US$ 0,0029 dari sebelumnya sebesar US$ 0,0030.

2. Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 31,75 T per Oktober 2021

Emiten bank BUMN, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sampai dengan Oktober 2021 senilai Rp 31,75 triliun kepada 324 ribu lebih debitur.

Menurut SEVP Micro & Consumer Finance Bank Mandiri Josephus K. Triprakoso, realisasi tersebut telah mencapai 90,73% dari total target penyaluran KUR perseroan di tahun 2021 sebesar Rp 35 triliun.

Bila dirinci berdasarkan sektor usahanya, mayoritas disalurkan ke sektor produksi dengan nilai menembus Rp 18,55 triliun atau sekitar 58,42% dari total realisasi.

3. Raih Dana Rp 18T, Mitratel Bakal Beli Lagi 6.000 Menara

Emiten menara telekomunikasi PT Dayamitra Komunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel menargetkan untuk mengakuisisi lagi enam ribu menara telekomunikasi setelah mendapatkan dana hasil penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) senilai lebih dari Rp 18 triliun.

Direktur Investasi Mitratel Hendra Purnama mengatakan perusahaan memiliki rencana pengembangan secara organik dan anorganik.

"Ekspansi itu untuk anorganik memang kita ada rencana akuisisi 6.000 tower, itu setengah dari dana IPO. Akuisisi dari mana, kalau kita lihat contohnya operator yang masih miliki tower terbanyak itu Telkomsel 7.900, dari 7.900 kita perkirakan mereka akan jual 6000-nya itu salah satu yang terdekat yang kita bisa lakukan," kata Hendra dalam sebuah webinar, dikutip Kamis (25/11/2021).

4. Mantap! Grup Telkom Cuan Rp 350 M dari Investasi di Gojek

Emiten jasa telekomunikasi BUMN, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) membukukan keuntungan dari capital gain senilai Rp 350 miliar setelah berinvestasi di perusahaan ride hailing, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek).

Seperti diketahui, Grup Telkom berinvestasi di Gojek sejak November 2020 melalui anak usahanya, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel).

"Sejauh ini, Telkomsel telah mencatatkan capital gain mencapai Rp 350 miliar," kata Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah, dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (25/11/2021).

5. BNI Kasih Utangan Garuda Food Rp 1 Triliun, Buat Apa Saja Ya?

Emiten konsumer milik pengusaha Sudhamek, PT Garudafood Putra Putri Tbk (GOOD), mendapat fasilitas pembiayaan dari PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) senilai Rp 1 triliun.

Sekretaris Perusahaan GOOD I Made Astawa mengungkapkan, perseroan telah menandatangani akta perjanjian fasilitas pemberian kredit pada 22 November 2021.

"Tujuan transaksi untuk refinancing sebagian dari kredit sindikasi perseroan yang sudah ada," kata Made, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Kamis (25/11/2021).

6. Tok! Grup Djarum Tender Offer Saham SUPR di Harga Rp 15.640

Emiten menara grup Djarum, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) akan melakukan penawaran tender wajib (tender offer) atas saham PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) yang baru diakuisisinya. Tender offer ini akan dilakukan di harga Rp 15.640,51/saham.

Berdasarkan keterangan yang dipublikasikan perusahaan, aksi ini akan dilakukan melalui anak usaha TOWR, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo). Tender offer bakal memberikan kesempatan kepada investor ritel untuk menjual sahamnya kepada pengendali baru SUPR dengan harga yang sama saat akuisisi dilakukan pada awal Oktober 2021 lalu.

7. Bank Milik Kredivo Mau Rights Issue Rp 985 M

Emiten bank PT Bank Bisnis Internasional Tbk (BBSI), yang sahamnya juga dimiliki fintech PT FinAccel Teknologi Indonesia atau Kredivo, berencana melakukan penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMTED) atau rights issue.

Menurut keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dalam penawaran umum terbatas II (PUT II) ini, Bank Bisnis akan menerbitkan sebanyak 280.721.568 (280,71 juta) saham baru atau sebanyak 8,49% dari total modal ditempatkan atau disetor penuh dalam perseroan setelah PUT II dengan nilai nominal Rp 100 per saham.

Adapun harga pelaksanaan rights issue tersebut sebesar Rp 3.510/saham sehingga jumlah dana yang diperoleh dalam PUT II berjumlah sebesar Rp 985.332.703.680 (985,33 miliar).

8. Bank Jago 'Kawin' Dengan Gojek, Begini Janjinya ke Nasabah

Bank Jago memastikan data nasabah aman di dalam platformnya. Khususnya setelah mengumumkan kolaborasi integrasi antara Bank Jago dan juga Gopay.

Integrasi tersebut membuat pengguna bisa membuka rekening Bank Jago dalam aplikasi Gojek. Selain itu fitur pocket dalam bank tersebut bisa digunakan sebagai sumber dana saat transaksi di Gojek mulai dari kendaraan, pengiriman makanan dan barang.

"Security tidak ada komprominya. Baik Gopay dan Bank Jago itu memiliki regulator yang memastikan memenuhi semua standard security yang berlaku. Gopay ada Bank Indonesia, Bank Jago ada Bank Indonesia dan OJK," kata Direktur Utama Bank Jago, Kharim Siregar dalam konferensi pers online, Kamis (25/11/2021).


[Gambas:Video CNBC]

(mon/mon)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading