Analisis Teknikal

Awas! Duet Doji & Shooting Star Bisa Bikin IHSG Merosot

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
26 November 2021 07:10
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia/ IHSG, Senin (22/11/2021) (CNBC Indonesia/Muhammad sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHGS) menguat 0,24% ke 6.699,346 pada perdagangan Kamis kemarin. Tetapi penguatan tersebut terkoreksi setelah sebelumnya sempat melesat lebih dari 1% dan nyaris memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa.

Pada perdagangan hari ini, Jumat(26/11), IHSG akan bergerak volatil lagi, dan berisiko mengalami koreksi. Sebab, bursa saham Amerika Serikat (AS) kemarin libur hari Thanks Giving, sehingga tidak ada sentimen dari kiblat bursa saham dunia. Yang ada malah sentimen negatif dari Eropa, di mana kasus penyakit akibat virus corona (Covid-19) terus menanjak, dan beberapa negara kembali menerapkan lockdown


Secara teknikal, tekanan bagi IHSG kini semakin besar. Di awal pekan ini membentuk pola Doji memberikan sinyal netral. Artinya, pelaku pasar masih ragu-ragu menentukan arah, apakah lanjut naik atau balik turun.

Kemudian kemarin, IHSG yang gagal mempertahankan penguatan tajam membentuk pola Shooting Star. Pola ini merupakan sinyal reversal atau berbalik arahnya harga suatu aset.

jkseGrafik: IHSG Harian
Foto: Refinitiv

Resisten terdekat berada di kisaran level psikologis 6.700 hingga 6.720, selama tertahan di bawahnya, IHSG berisiko terkreksi ke 6.665. Penembusan di bawah level tersebut akan membawa IHSG turun turun ke 6.640 hingga 6.620.

Meski demikian peluang penguatan IHSG terbuka melihat pergerakannya Jumat (19/11) pekan lalu yang membentuk pola White Marubozu.

Suatu candle stick dikatakan membentuk pola White Marubozu ketika harga open sama dengan low dan close sama dengan high.

White Marubozu merupakan sinyal nilai suatu aset akan kembali menguat, secara psikologis menunjukkan aksi beli mendominasi pasar.

IHSG belum mengakhiri perdagangan di bawah White Marubozu tersebut sehingga masih bisa menopang penguatan IHSG.

jkseGrafik: IHSG 1 Jam
Foto: Refinitiv

Apalagi melihat grafik 1 jam IHSG masih berada di atas Bullish Trendline.

Jika mampu menembus resisten, IHSG berpeluang kembali menguat menuju Rp 6.750, dan berpeluang memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa jika level tersebut dilewati.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading