Ada Covid, Krisis Energi dll, Pengusaha Eropa Tetap Pede Lho!

Market - Feri Sandria, CNBC Indonesia
25 November 2021 16:34
The crew of a Dutch ambulance brings a COVID-19 19 patient from Rotterdam to BG University Hospital Bochum, Germany, Tuesday, Nov. 23, 2021. The country is this week expected to pass 100,000 coronavirus-related deaths since the start of the pandemic. Hospitals warn that ICU capacities are nearly exhausted, with some patients having to be transferred to clinics in other parts of Germany. (Roland Weihrauch/dpa via AP)

Indikator awal PMI bulan November di kawasan Uni Eropa memang menunjukkan angka positif, akan tetapi beberapa kondisi buruk yang sedang terjadi di Benua Biru menyebabkan outlook ke depannya dapat membuat pelaku pasar pusing.

Salah satu yang menjadi perhatian utama saat ini adalah meningkatnya kasus infeksi Covid-19 di berbagai negara Eropa, dengan kondisi di Jerman merupakan salah satu yang paling buruk.

Pada hari Selasa (23/11), otoritas kesehatan Jerman melaporkan penambahan 66.884 kasus baru, rekor harian tertinggi dengan jumlah kasus kematian akibat Covid di negara tersebut baru saja melewati angka 100.000.


Kenaikan tersebut - tidak hanya di Jerman, tapi Eropa secara keseluruhan - didorong oleh kombinasi virus corona varian Delta yang sangat menular, cakupan vaksinasi yang tidak mencukupi serta pelonggaran tindakan protokol kesehatan seperti pemakaian masker dan jarak fisik.

Jumlah kematian akibat Covid-19 di Eropa pun kian melonjak. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi jumlah kematian di benua itu bisa mencapai 2,2 juta pada musim dingin ini jika Eropa tetap "dalam cengkraman kuat" Covid-19.

WHO juga mengatakan sekitar 700.000 orang bisa meninggal di kawasan Eropa dalam beberapa bulan mendatang. Badan PBB ini juga memperkirakan stres tinggi atau ekstrem di unit perawatan intensif (ICU) di 49 dari 53 negara akan terjadi antara sekarang dan 1 Maret 2022.

Kondisi Covid di Eropa yang MengkhawatirkanFoto: FT

Selain Jerman, negara-negara lain seperti Slovakia, Republik Ceko, Belanda, dan Hongaria juga melaporkan rekor kasus harian tertinggi baru di tengah akan datangnya libur musim dingin. Perayaan Natal dan tahun baru ketika orang-orang berkumpul di dalam ruangan terus menjadi kekhawatiran akan meroketnya kasus COVID-19.

Sebagian negara Eropa mulai mengambil langkah strategis untuk menyelesaikan permasalahan ini. Mulai dari peningkatan booster vaksin, pengecekan acak penumpang kereta di Jerman mulai Rabu (24/11) kemarin hingga lockdown yang telah dilakukan di Austria mulai Senin (22/11).

Selain pemeriksaan acak di kereta, Jerman juga dikabarkan akan memutuskan pembatasan Covid-19 yang lebih ketat. Bahkan pengambil keputusan di negara itu tengah mempertimbangkan lockdown total di tengah rekor infeksi harian yang terus terjadi dan meningkatnya pasien di rumah sakit.

Masalah Rantai Pasok dan Krisis Energi yang Masih Membayangi
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading