Terkuak! Ternyata Ajaib Sekuritas Borong Saham BNBA Rp 746 M

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
19 November 2021 18:50
Co-founder Ajaib Yada Piyamjomkwan dan Anderson Sumarli (CNBC Indonesia/Bernhart Farras)

Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa waktu lalu, saham PT Bank Bumi Artha Tbk (BNBA) ditransaksikan di pasar negosiasi dengan nilai transaksi mencapai Rp 746 miliar.

Terpantau ada transaksi sebanyak 5,54 juta lot atau setara dengan 554 juta saham BNBA berpindah tangan di pasar negosiasi.
Jika dilihat volume sahamnya, maka transaksi tersebut melibatkan pemilik perusahaan (owner), mengingat porsinya mencapai 24% dari total saham outstanding.

Sebagai informasi, hampir 91% saham BNBA dikuasai oleh investor institusi yang berarti kurang dari 10% yang beredar di publik.


Transaksi tersebut melibatkan broker PT BCA Sekuritas (SQ) sebagai pihak penjual dan PT Ajaib Sekuritas (XC) sebagai pihak pembeli.

Saham BNBA diperdagangkan di harga Rp 1.345/unit atau hampir setara dengan dua kali nilai buku perusahaan (PBV 2x). Nilai transaksi mencapai Rp 746 miliar.

Berdasarkan penelusuran CNBC Indonesia di KSEI, terpantau bahwa muncul sebuah nama yaitu PT Takjub Finansial Teknologi menggenggam 24% saham BNBA. Sebagai informasi PT Takjub Finansial Teknologi adalah nama perusahaan dari sekuritas lokal yaitu Ajaib Sekuritas.

Ajaib Sekuritas membeli saham tersebut dari pemegang saham lamanya. Hal ini tercermin dari kepemilikan saham BNBA atas nama PT Budiman Kencana Lestari menurun dari 18,18% menjadi 13,38%.

Sedangkan kepemilikan saham BNBA atas nama PT Dana Graha Agung yang sebelumnya menggenggam 27,27% sisa 20,07%. Kemudian terakhir kepemilikan saham BNBA atas nama PT Surya Husada Investment yang sebelumnya mencapai 45,45% menjadi 32,45%.

Hari ini saham BNBA ditutup menguat 5,5% ke level Rp 3.450/saham dan ditransaksikan sebanyak 13.546 kali dengan nilai transaksi mencapai Rp 130,93 miliar.

Setelah ditutup di level auto reject bawah (ARB) kemarin, saham BNBA bergerak di rentang Rp 3.050 - Rp 3.620 pada perdagangan hari ini.

Sebagai informasi BNBA akan melaksanakan right issue dalam waktu dekat ini. BNBA memperkirakan dapat mengantongi pernyataan efektif dari OJK untuk aksi ini pada akhir November ini.

Berdasarkan rencana perseroan, periode pelaksanaan HMETD dijadwalkan pada 13-17 Desember 2021. BNBA merupakan salah satu bank mini yang masih harus memenuhi ketentuan permodalan OJK setidaknya untuk tahun 2021 dengan modal minimum Rp 2 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan BNBA September 2021, modal inti perusahaan tercatat mencapai Rp 1,6 triliun yang berarti membutuhkan modal tambahan setidaknya Rp 400 miliar untuk mencapai target OJK.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), BNBA telah mengantongi restu dari pemegang saham untuk melaksanakan aksi penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue sebanyak-banyaknya 750 juta saham dengan nilai nominal Rp100 per saham.


TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Terkuak! BNBA Siap Umumkan Investor Baru, Saham Tembus ARA


(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading