Transaksi Nego di Bawah Harga Pasar, Saham BNBA 2 Hari ARB

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
18 November 2021 09:58
Bank Bumi Arta (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham bank mini (dengan modal inti di bawah Rp 2 triliun) PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) kembali anjlok hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) 7% pada awal perdagangan hari ini, Kamis (18/11/2021), setelah kemarin juga ambles hingga menembus ARB. Pelemahan ini terjadi seiring adanya transaksi jumbo saham BNBA di pasar negosiasi yang mencatatkan pembelian di bawah harga pasar pada Rabu kemarin (17/11).

Selain itu, para investor tampaknya masih melakukan aksi ambil untung (profit taking) setelah saham BNBA sempat melonjak tinggi dalam 3 hari beruntun, dengan 2 di antaranya menembus batas auto rejection atas (ARA) 25%.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.47 WIB, saham BNBA melorot 6,84% ke posisi Rp 3.270/saham. Saham BNBA langsung anjlok hingga ARB sesaat setelah bel pembukaan pasar berbunyi.


Nilai transaksi saham BNBA pagi ini mencapai Rp 6,75 miliar, dengan volume perdagangan 2,06 juta saham.

Kendati melemah, dalam sepekan saham BNBA masih melejit 42,17%, sedangkan dalam sebulan terbang 102,48%.

Nilai kapitalisasi pasar saham bank yang melantai di bursa sejak Juni 2006 ini mencapai Rp 7,55 triliun.

Sebelumnya, saham BNBA tercatat diperdagangkan di pasar negosiasi pada Rabu kemarin (17/11/2021).

Terpantau ada transaksi sebanyak 5,54 juta lot atau setara dengan 554 juta saham BNBA berpindah tangan di pasar negosiasi.

Jika dilihat volume sahamnya, maka transaksi ini kemungkinan besar melibatkan pemilik perusahaan (owner), mengingat porsinya mencapai 24% dari total saham outstanding.

Asal tahu saja, hampir 91% saham BNBA dikuasai oleh investor institusi yang berarti kurang dari 10% yang beredar di publik.

Berdasarkan penelusuran CNBC Indonesia, PT Budiman Kencana Lestari menggenggam 18,18% saham BNBA. Sebanyak 27,27% dimiliki oleh PT Dana Graha Agung dan 45,45% sisanya dikuasai oleh PT Surya Husada Investment.

Transaksi ini melibatkan broker PT BCA Sekuritas (SQ) sebagai pihak penjual dan PT Ajaib Sekuritas (XC) sebagai pihak pembeli.

Saham BNBA diperdagangkan di harga Rp 1.345/unit atau hampir setara dengan dua kali nilai buku perusahaan (PBV 2x). Nilai transaksi mencapai Rp 746 miliar.

Sebagai informasi BNBA akan melaksanakan right issue dalam waktu dekat ini. BNBA memperkirakan dapat mengantongi pernyataan efektif dari OJK untuk aksi ini pada akhir November ini.

Berdasarkan rencana perseroan, periode pelaksanaan HMETD dijadwalkan pada 13-17 Desember 2021. BNBA merupakan salah satu bank mini yang masih harus memenuhi ketentuan permodalan OJK setidaknya untuk tahun 2021 dengan modal minimum Rp 2 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan BNBA September 2021, modal inti perusahaan tercatat mencapai Rp 1,6 triliun yang berarti membutuhkan modal tambahan setidaknya Rp 400 miliar untuk mencapai target OJK.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), BNBA telah mengantongi restu dari pemegang saham untuk melaksanakan aksi penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue sebanyak-banyaknya 750 juta saham dengan nilai nominal Rp100 per saham.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Terkuak! BNBA Siap Umumkan Investor Baru, Saham Tembus ARA


(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading