Tok! BI Tahan Bunga Acuan 3,5% Selama 9 Bulan Beruntun

Market - Cantika AP Noveria, CNBC Indonesia
18 November 2021 14:26
Pengumuman hasil rapat dewan Gubernur bulanan Oktober 2021 cakupan triwulanan, Selasa (19/10/2021). (Tangkapan layar youtube Bank Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) edisi November 2021. Seperti ekspektasi pasar, Gubernur Perry Warjiyo dan rekan tidak mengubah suku bunga acuan.

"Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 November 2021 memutuskan untuk mempertahankan BI 7 Day Reverse Repo Rate sebesar 3,5%, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25%," kata Perry dalam konferensi pers usai RDG, Kamis (18/11/2021).

BI 7 Day Reverse Repo Rate tidak berubah sejak Maret 2021. Artinya, suku bunga acuan sudah ditahan selama sembilan bulan beruntun. Suku bunga acuan di 3,5% adalah yang terendah sepanjang sejarah Indonesia merdeka.


"Dengan risiko serangan gelombang ketiga virus corona yang bisa menghantam perekonomian, bank sentral tentu akan waspada. Ekonomi yang masih rapuh membutuhkan dukungan sebanyak mungkin," sebut Kunal Kundu, Ekonom Societe Generale, dalam risetnya.

"Kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif kemungkinan masih berlanjut untuk mendukung momentum pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun ini. Namun jika bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) mempercepat kenaikan suku bunga acuan, BI mungkin akan mengkaji ulang arah kebijakan moneternya. Terutama jika tahun depan tekanan inflasi sudah mulai terasa," tambah Radhika Rao, Ekonom DBS, dalam risetnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Soal Kenaikan Bunga Acuan, BI: Alternatif Terakhir!


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading