Saham CPO Bikin Tajir Mendadak, Reli Terus Enggan Berhenti

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
21 October 2021 10:36
Pekerja mengangkut kelapa sawit kedalam jip di Perkebunan sawit di kawasan Candali Bogor, Jawa Barat, Senin (13/9/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten produsen minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) menguat ke zona hijau pada awal perdagangan hari ini, Kamis (21/10/2021), di tengah harga kontrak berjangka (futures) CPO yang berhasil menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa pada Rabu (20/10) kemarin.

Berikut kenaikan saham sawit, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.12 WIB.

  1. Sawit Sumbermas Sarana (SSMS), saham +3,08%, ke Rp 1.170/saham


  2. Cisadane Sawit Raya (CSRA), +2,53%, ke Rp 406/saham

  3. Salim Ivomas Pratama (SIMP), +1,63%, ke Rp 500/saham

  4. PP London Sumatra Indonesia (LSIP), +1,41%, ke Rp 1.440/saham

  5. Provident Agro (PALM), +1,41%, ke Rp 505/saham

  6. Jaya Agra Wattie (JAWA), +1,28%, ke Rp 158/saham

  7. Tunas Baru Lampung (TBLA), +1,13%, ke Rp 895/saham

  8. Eagle High Plantations (BWPT), +1,02%, ke Rp 99/saham

  9. Dharma Satya Nusantara (DNSG), +0,83%, ke Rp 610/saham

  10. Bakrie Sumatera Plantations (UNSP), +0,83%, ke Rp 122/saham

  11. Triputra Agro Persada (TAPG), +0,70%, ke Rp 715/saham

Menurut data di atas, saham SSMS melesat 3,08% ke Rp 1.170/saham, rebound dari koreksi 0,44% pada Selasa (19/10) lalu. Dalam sepekan saham ini masih naik 5,43%, sedangkan dalam sebulan melonjak 43,83%.

Di bawah SSMS, saham CSRA naik 2,53% ke Rp 406/saham, melanjutkan kenaikan dalam 2 hari terakhir. Dalam seminggu saham ini naik 2,54%, sedangkan dalam sebulan melejit 29,49%.

Ketiga, ada saham Grup Salim SIMP yang terapresiasi 1,63% ke Rp 500/saham, setelah turun 0,81% pada Selasa lalu. Dengan ini, dalam sepekan saham SIMP naik 1,21%, sementara dalam sebulan terdongkrak 18,01%.

Keempat, ada saham Grup Salim lainnya, LSIP, yang terkerek 1,41% ke Rp 1.400/saham, berhasil memantul kembali ke zona hijau setelah 2 hari melemah. Dalam seminggu saham ini naik 1,41%, sedangkan dalam sebulan melejit 33,95%.

Pada penutupan perdagangan Rabu (20/10/2021), harga CPO di Bursa Malaysia tercatat MYR 5.071/ton, melonjak 2,57% dibandingkan penutupan perdagangan awal pekan ini.

Harga CPO kemarin pun menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah, memecahkan rekor sebelumnya yang t tercipta pada 13 Oktober 2021 di MYR 5.021/ton.

Trader minyak sawit David Ng mengatakan kepada Bernama bahwa kenaikan solid dalam minyak kedelai di bursa Chicago Board of Trade (CBOT) dan pasar minyak mentah juga menambah sentimen positif kenaikan CPO.

"Sentimen tetap bullish mengingat fundamental yang kuat. Harga hari ini [Rabu] mencapai titik tertinggi sepanjang masa," jelas David kepada Bernama, dikutip CNBC Indonesia, Kamis (21/10/2021).

"Kami melihat level support di MYR 4.900 per ton dan resistance di MYR 5.150 per ton," imbuhnya.

Sementara itu, pemilik dan salah satu pendiri Palm Oil Analytics yang berbasis di Singapura Dr Sathia Varqa mengatakan CPO berhasil membukukan keuntungan spektakuler, mencapai rekor tertinggi untuk ketujuh kalinya tahun ini setelah naik 122 poin.

"Minyak kacang yang lebih tinggi, canola futures dan harga minyak bumi bersama dengan kekhawatiran pasokan minyak sawit yang lebih rendah mendorong CPO ke rekor harga tinggi," jelas Sathia.

Sebelumnya, CGS-CIMB dalam risetnya mengatakan, harga CPO melonjak ke rekor tertinggi baru seiring harga minyak bumi yang lebih kuat dan minyak kedelai berjangka meningkatkan daya tariknya sebagai alternatif bahan bakar nabati.

"Harga minyak sawit mentah diperkirakan rata-rata MYR 4.100 per ton tahun ini dengan produksi yang lebih rendah. Produksi minyak sawit di Malaysia mungkin turun enam persen menjadi 18 juta ton tahun ini," kata CGS-CIMB.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading