Buka-bukaan Garuda soal Utang, Restrukturisasi hingga PKPU

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
21 October 2021 09:25
Garuda Indonesia Luncurkan Livery Pesawat

Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen maskapai penerbangan nasional, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menyebutkan hingga saat ini perusahaan masih melakukan langkah-langkah strategis akselerasi pemulihan kinerja dengan fokus utama perbaikan fundamental kinerja perusahaan.

Upaya ini dilakukan dengan melakukan restrukturisasi secara menyeluruh internal perusahaan.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen GIAA yang diwakili Mitra Piranti, VP Corporate Secretary & Investor Relations, menyebutkan, upaya perbaikan ini juga didukung dengan mulai dibukanya sektor pariwisata dalam negeri.


Perusahaan akan mengoptimalkan kondisi ini secara bertahap dan terukur sejalan dengan perbaikan fundamental kinerja operasi perusahaan.

"Dapat kami pastikan sampai dengan saat ini, kami terus melakukan langkah langkah strategis akselerasi pemulihan kinerja dengan fokus utama perbaikan fundamental kinerja Perseroan yakni penguatan basis performa finansial maupun fokus model bisnis dalam jangka panjang, melalui program restrukturisasi menyeluruh yang saat ini tengah kami rampungkan," tulis Mitra, dikutip Kamis (21/10/2021).

Fokus untuk memperbaiki kinerja perusahaan ini juga dilakukan dengan berkomunikasi dengan pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Komunikasi yang dilakukan berkaitan dengan rencana restrukturisasi yang akan dilaksanakan selaras dengan proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang saat ini tengah berjalan.

Sejalan dengan negosiasi dan komunikasi dengan para kreditor juga dilakukan untuk mencapai penyelesaian terbaik dan restrukturisasi yang optimal.

Salah satu upaya restrukturisasi yang dilakukan perusahaan adalah melakukan penyesuaian gaji karyawan 30%-50%. Hal ini sudah mulai dilakukan setelah pandemi Covid-19 terjadi di tahun lalu dan berdampak signifikan pada industri penerbangan.

Kondisi ini menyebabkan penurunan signifikan atas traffic penumpang dan secara langsung mempengaruhi pendapatan perusahaan.

"Kondisi tersebut tentunya mengharuskan perseroan untuk melakukan upaya dan langkah strategis agar tetap dapat bertahan serta sebagai upaya untuk mempercepat pemulihan kinerja," katanya.

"Di mana salah satu langkah yang ditempuh adalah melakukan pemotongan sementara gaji karyawan sebesar 30- 50%, yang pada dasarnya merupakan upaya menjaga keberlangsungan operasional perseroan melalui pengelolaan cost dan cash flow menyesuaikan dengan kondisi dan demand yang ada," terangnya.

Selain itu, perusahaan juga melakukan efisiensi biaya operasional, restrukturisasi biaya sewa pesawat maupun biaya penunjang lainnya.

Sementara itu, dari sisi PKPU, putusan pengadilan akan dilakukan pada Kamis ini, setelah sebelumnya ditunda dari 14 Oktober 2021.

"Mengingat pembacaan putusan ditunda oleh Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sampai dengan sidang berikutnya pada tanggal 21 Oktober 2021, maka hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap proses restrukturisasi menyeluruh yang dilakukan perseroan," kata Mitra.

Untuk diketahui, Garuda digugat PKPU oleh PT My Indo Airlines (MYIA). PKPU ini didaftarkan di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor perkara 289/Pdt.Sus/PKPU/2021/PN.Niaga.Jkt.Pst.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Wamen BUMN Tiko: Utang Gede, Tiap Bulan Garuda Rugi Rp 1,4 T


(tas/tas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading