Roundup

Abu Dhabi Suntik GoTo Rp 5,7 T, Garuda Pangkas Gaji Karyawan!

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
21 October 2021 08:35
Gojek dan Tokopedia Bentuk GoTo (Dok. GoTo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham domestik berakhir di teritori negatif pada perdagangan Selasa lalu (19/10) sebelum libur Rabu kemarin Maulid Nabi Muhammad SAW, lantaran aksi ambil untung yang dilakukan investor.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah sebesar 0,04% ke level 6.655,99 dengan nilai transaksi Rp 13,83 triliun. Sejak awal tahun ini, IHSG sudah menguat sebesar 11,32% dengan pembelian bersih investor asing Rp 34,67 triliun.

Cermati aksi dan peristiwa emiten berikut ini yang dihimpun dalam pemberitaan CNBC Indonesia sebelum memulai transaksi pada perdagangan Kamis ini (21/10/2021):


1.BSDE Cetak Sales Rp 6 T, Bisnis Properti Pulih?

Perusahaan properti milik grup Sinarmas, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan prapenjualan (marketing sales) senilai Rp 6,1 triliun di sepanjang periode yang berakhir September 2021.

Nilai tersebut setara dengan 87% dari target marketing sales 2021 yang senilai Rp 7 triliun.

Direktur Bumi Serpong Damai Hermawan Wijaya mengatakan jadi pertumbuhan sebesar 29% secara tahunan (year on year/YoY) dari sebelumnya Rp 4,7 triliun di akhir September 2020.

"Kami juga mengapresiasi kebijakan pemerintah yang telah memberikan beragam stimulus di sektor properti, sehingga sektor properti kembali pulih," kata Hermawan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (19/10/2021).

2.Garuda Pangkas Gaji Karyawan 30%, Begini Penjelasan Manajemen

Emiten maskapai penerbangan BUMN, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), memutuskan untuk memangkas gaji karyawan sebesar 30% sampai dengan 50% untuk sementara waktu.

Hal ini dilakukan sebagai upaya Garuda tetap bertahan dari dampak pandemi Covid-19 yang terjadi mulai awal tahun 2020 yang memukul industri penerbangan tanah air.

Manajemen menyebutkan, selama pandemi, tingkat keterisian penumpang mengalami penurunan signifikan yang berimbas pada anjloknya pendapatan perusahaan.

"Kondisi tersebut tentunya mengharuskan perseroan untuk melakukan upaya dan langkah strategis agar tetap dapat bertahan serta sebagai upaya untuk mempercepat pemulihan kinerja, di mana salah satu langkah yang ditempuh adalah melakukan pemotongan sementara gaji karyawan sebesar 30%-50%," kata manajemen Garuda, dalam keterbukaan informasi, dikutip Selasa (19/10/2021).

3.Sari Roti Mau Buyback Rp 480 M, Sahamnya Masih Drop Tahun Ini

Emiten produsen Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) berencana melakukan pembelian kembali saham (buyback) sebanyak-banyaknya Rp 480 miliar.

Direktur ROTI, Arlina Sofia menyampaikan, periode pelaksanaan buyback saham itu akan dilaksanakan mulai 21 Oktober 2021 sampai dengan 20 Januari 2022.

"Perkiraan nilai nominal saham yang akan dibeli kembali adalah maksimum Rp 480 miliar dengan jumlah saham maksimum 300.000.000 saham," ungkap Arlina, dalam keterbukaan informasi, Selasa (19/10/2021).

4.Masuk Layanan Bank Digital, Bukalapak Gandeng StanChart

Perusahaan e-commerce, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) bakal meluncurkan layanan bank digital dengan bekerja sama dengan Standars Chartered Bank.

Presiden Direktur Bukalapak, Rachmat Kaimudin, menjelaskan terkait kerja sama itu, perseroan tidak melakukan akuisisi bank atau membentuk entitas baru, melainkan kerja sama di pelayanan bank digital melalui produk BukaTabungan.

"Dan ini juga yang kami persiapkan dan kita sedang menunggu waktunya, akan meluncurkan produk digital banking atau BukaTabungan dan ini akan kita lakukan dengan meluncurkan bersama dengan Standard Chartered Bank," kata Rachmat, di acara paparan publik Bukalapak, Selasa (19/10/2021).

5.Digoyang Kabar Bakal Diakuisisi BNI, Begini Kata Bank Mayora

Manajemen PT Bank Mayora tak menampik, maupun tak mengkonfirmasi adanya kabar akan bahwa bank tersebut akan diakuisisi oleh PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Direktur Kepatuhan Bank Mayora Tiolina Tumanggor mengatakan kewenangan untuk mengkonfirmasi kalimat tersebut ada pada BNI.

"Saya belum dapat memberikan konfirmasi, seyogyanya BNI yang dapat menjawab perihal tersebut," kata Tiolina kepada CNBC Indonesia, Selasa (19/10/2021).

Tio menambahkan, Bank Mayora memang masih perlu melakukan penambahan modal inti hingga akhir tahun ini sesuai dengan ketentuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di mana akhir tahun ini bank wajib memiliki modal inti minimal Rp 2 triliun.

6.Allo Bank Milik CT Rights Issue Rp 4,8 T, Ada Investor Baru!

Bank dengan layanan digital PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI), yang dikendalikan pengusaha nasional Chairul Tanjung lewat PT Mega Corpora, mengungkapkan akan ada beberapa investor strategis yang siap masuk menyerap sebanyak 29,13% saham baru yang akan diterbitkan perusahaan.

Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan di situs resmi perusahaan, Allo Bank sudah menetapkan harga pelaksanaan aksi korporasi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) III atau rights issue.

Allo Bank akan menerbitkan saham baru sebanyak 10.047.322.871 (10,04 miliar) saham biasa atas nama atau sebesar 46,24% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah PMHMETD III dengan nilai nominal Rp100.

Harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp 478/saham sehingga sehingga jumlah dana yang akan diterima dalam PMHMETD III ini sebesar Rp 4.802.620.332.338 (Rp 4,8 triliun).

7.Abu Dhabi Jadi Investor GoTo, Suntik Dana Rp 5,7 T

GoTo Group, ekosistem digital yang mengklaim terbesar di Indonesia, menandatangani perjanjian dengan anak usaha Abu Dhabi Investment Authority (ADIA), yang menjadikan ADIA memimpin penggalangan dana pra-IPO GoTo dengan investasi sebesar US$ 400 juta atau setara dengan Rp 5,7 triliun (kurs Rp 14.300/US$).

Transaksi tersebut menjadi investasi pertama oleh Departemen Private Equities ADIA ke dalam perusahaan teknologi Asia Tenggara, dan sekaligus investasi terbesarnya di Indonesia.

Adapun GoTo, entitas gabungan Gojek dan Tokopedia, saat ini dalam proses untuk melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) yang belum ditentukan timeline-nya, tetapi informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan di awal tahun depan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sokong SWF Jokowi-GoTo, Siapa 'Sultan Gurun' Abu Dhabi Ini?


(tas/tas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading