China Tak Lagi Perkasa, Awas Indonesia Bisa Ikut Sengsara!

Market - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
19 October 2021 13:29
Ilustrasi bendera China. AP/

Jakarta, CNBC Indonesia - Rilis pertumbuhan ekonomi China pada kuartal-III kemarin cukup mengecewakan karena berada di bawa ekspektasi pasar dan ekonom. Produk Domestik Bruto (PDB) China pada kuartal-III 2021 tercatat tumbuh 4,9% year-on-year (yoy), lebih rendah dari kuartal sebelumnya sebesar 7,9% yoy dan dari konsensus sebesar 5,2% yoy.

Perekonomian China menunjukkan laju pertumbuhan paling lambat dalam satu tahun di kuartal ketiga 2021, karena krisis listrik, kemacetan rantai pasokan, dan guncangan besar di pasar properti karena masalah utang yang dipicu oleh Evergrande.

Pertumbuhan ekonomi China yang melambat bisa jadi lampu kuning bagi Indonesia. Hal ini karena China merupakan negara tujuan ekspor terbesar Indonesia dengan porsi ekspor 22,30% dari total ekspor non migas Indonesia pada bulan Januari-September 2021 dengan nilai US$ 34.666,7 juta atau Rp 48,79 triliun.


Indonesia mengekspor berbagai komoditas ke China, mulai dari hasil tambang, hasil laut, kertas, dan berbagai macam produk lainnya.

Tim Riset CNBC sudah merangkum sepuluh besar komoditas ekspor Indonesia ke China pada bulan Januari-Juli 2021, di mana China jadi negara teratas untuk nilai ekspor dibanding negara lain. Berikut daftarnya:

No 

Komoditas

Jumlah Ekspor (US$)

Ekspor ke China (US$)

Porsi Ekspor China

1

Besi/baja

10,62 miliar

6,33 miliar

59,55%

2

Batu bara

11,75 miliar

3,61 miliar

30,70%

3

Minyak kelapa sawit

14,46 miliar

2,36 miliar

16,32%

4

Lignit

2,17 miliar

2,15 miliar

99,08%

5

Bubur kertas (pulp)

  1. ,75 miliar

1,41 miliar

80,68%

6

Kimia dasar organik yang bersumber dari minyak

1,68 miliar

1.18 miliar

70,22%

7

Kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian

3,63 miliar

764,98 juta

21,10%

8

Tembaga

1,60 miliar

462,18 juta

28,83%

9

Margarin

811,65 juta

451,39 juta

55,61%

10

Kertas lainnya

1,22 miliar

375,82 juta

30,90%

Dari tabel di atas, besi/baja jadi komoditas paling laris dijual ke China dengan nilai ekspor US$ 6,33 miliar. Ekspor ke China memiliki porsi 59,55% dari total ekspor besi/baja Indonesia.

Sementara itu, ekspor batu bara berada di urutan kedua dengan total ekspor US$ 3,61 miliar dan berkontribusi terhadap 30,70% total penjualan batu bara Indonesia ke luar negeri.

Sementara minyak sawit mentah (CPO) yang diekspor ke China mencapai US$ 2,36 miliar. Ekspor ke China berkontribusi terhadap 16,32% dari total ekspor sawit Indonesia.

Ada juga komoditas yang hanya diekspor ke China atau memiliki porsi ekspor 100%. Komoditas tersebut adalah:

1. Bijih Besi porsi ekspor 100%, nilai ekspor US$ 55,69 juta.

2. Bijih Seng porsi ekspor 100%, nilai ekspor US$ 16,29 juta.

3. Bijih Timbal porsi ekspor 100%, nilai ekspor US$ 12,87 juta.

4. Bijih Titanium porsi ekspor 100%, nilai ekspor US$ 2,97 juta.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ras/ras)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading