Krisis Listrik Bikin Harga Nikel Melejit, Kok Bisa?

Market - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
18 October 2021 12:04
Pabrik pengolahan nikel di Sorowako, Provinsi Sulawesi Selatan. (REUTERS/Yusuf Ahmad)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga nikel pasar London naik pada perdagangan awal pekan dan kembali ke level US$ 20.000/ton sejak bulan lalu terdorong meroketnya nikel pasar Shanghai.

Pada Senin (18/10/2021) pukul 10.55 WIB harga nikel tercatat US$ 20.072,50/ton, naik 0,8% dibanding harga penutupan perdagangan akhir pekan lalu.


nikelSumber: Investing.com

Harga nikel pasar China (Shanghai Futures Exchange/SHFE) meroket 3,77% menjadi CNY 150.960/ton pada perdagangan pagi ini. Biaya yang lebih tinggi di tengah kenaikan harga komoditas energi mendorong logam non-ferrous seperti nikel.

Krisis listrik yang terjadi berpotensi melemahkan permintaan bahan baku logam untuk diolah sehingga dikhawatirkan akan ada pengetatan pasokan di tengan persediaan yang sudah sangat rendah.

Persediaan nikel di gudang LME (London Metal Exchange) terus terjun ke level terendah sejak Desember 2019. Pada tanggal 15 Oktober 2021, persediaan nikel tercatat 146.022 ton, turun 38,47% year-on-year (yoy) dibanding 15 Oktober 2020.

Rata-rata persediaan nikel pada bulan Oktober 2021 tercatat 150.570 ton, turun 13,52% month-to-month (mom) dibanding rata-rata persediaan September 202.

Nikel SHFE diperkirakan bergerak antara 143.000-152.000 yuan/ton pekan ini, dan harga nikel LME antara $19.000-20.000/ton.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Produksi Stainless Steel Mulai Jalan, Nikel Ada Harapan?


(ras/ras)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading