Usai Dicaplok Agung Sedayu Group, Saham PANI 'Digembok'!

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
14 October 2021 09:56
Dok Agung Sedayu Group

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk (PANI) sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham emiten logam ini.

"[Tujuannya] dalam rangka cooling down," tulis pengumuman BEI, dikutip Kamis ini (14/10).

BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PANI pada perdagangan tanggal 14 Oktober 2021, Kamis ini.


"Penghentian sementara perdagangan Saham PANI tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham PANI," tegas BEI.

"Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan," tulis BEI.

Data BEI menunjukkan dalam sepekan terakhir saham PANI melesat 142% dan sebulan terakhir juga 'terbang' 164% dengan kapitalisasi pasar Rp 309 miliar.

Kenaikan saham PANI terjadi di tengah kabar resmi saham perusahaan mayoritas atau 80% dicaplok oleh PT Multi Artha Pratama, bagian dari 'raksasa' properti Agung Sedayu Group.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan Direktur PANI, Prilli BP Soetantyo, transaksi penjualan saham PANI ke Grup Agung Sedayu tersebut dilaksanakan pada 7 Oktober 2021.

Ketiga pemegang saham pengendali dan beberapa penjual lainnya melepas sebanyak 328.000.000 saham perseroan dengan harga pelaksanaan Rp 165 per saham, sehingga, total nilai transaksi penjualan saham tersebut sebanyak Rp 54,12 miliar.

Bisa dikatakan, Grup Agung Sedayu melakukan backdoor listing atas pengambilalihan perubahan pengendali atas PANI, mengingat jumlah yang dibeli mencapai 80% dari total saham beredar 410 juta saham.

Harga pembelian tersebut tercatat lebih murah dari harga perdagangan terendah dalam 2 bulan terakhir, tercatat sepanjang 6 Agustus hingga 6 Oktober 2021, - satu hari sebelum transaksi dilaksanakan - harga penutupan terendah saham PANI berada di level Rp 200/saham pada 19 Agustus dan harga penutupan tertinggi berada di level Rp 312/saham pada 21 September lalu.

Dengan demikian pembelian Agung Sedayu di harga 165 per saham berarti lebih murah 17,5% dari harga terendah dalam 2 bulan terakhir sebelum transaksi dilaksanakan.

Secara rinci, saham milik Hendra Hasan Kustarjo (pemilik Panca Global Securities) dijual sebanyak 110.000.000 saham, Fredyanto Oetomo sebanyak 100.000.000 saham, Prilli BP Soetantyo sebanyak 50.000.000 saham dan beberapa penjual lain sebanyak 68.000.000 saham.

"Tujuan transaksi untuk investasi dan pengembangan bisnis perseroan," kata Prilli, dalam keterbukaan informasi, Selasa (12/10/2021).

Mengenai kinerja keuangan, PANI berhasil mencatatkan laba bersih Rp 811,57 juta pada semester pertama tahun ini, berbalik dari semula mengalami rugi Rp 10,87 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perbaikan kinerja laba perusahaan didorong oleh kinerja pendapatan perusahaan yang terdongkrak naik 57,10% yang mana nilainya mencapai Rp 124,17 miliar pada akhir Juni 2021. Pada periode yang sama tahun sebelumnya perusahaan tercatat hanya mampu memperoleh pendapatan sebesar Rp 79,04 miliar.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading