Roundup

Market Cap BRI Rekor dalam Sejarah, Agung Sedayu 'Listing'!

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
13 October 2021 08:25
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero (BRI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah peristiwa terjadi sepanjang perdagangan kemarin, Selasa (12/10/2021), mulai dari kapitalisasi pasar PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang tembus tertinggi sepanjang sejarah, hingga kabar Agung Sedayu 'listing' di Bursa Efek Indonesia (BEI).

CNBC Indonesia telah merangkum delapan peristiwa emiten untuk menjadi bahan pertimbangan sebelum perdagangan hari ini, Rabu (13/10/2021) dibuka.


1. Berakhir, Sentul City & Rocky Gerung Damai soal Konflik Lahan

Kuasa hukum pengamat politik Rocky Gerung, Haris Azhar menyatakan adanya kesepakatan damai antara kliennya dengan pengembang properti, PT Sentul City Tbk (BKSL) terkait sengketa lahan di Bojong Koneng, Babakan Madang, Jawa Barat.

Dia menegaskan, Rocky telah melakukan pertemuan dengan Presiden Komisaris Sentul City, Basaria Pandjaitan.

Dalam kesepakatan damai itu, Direktur Eksekutif Lokataru itu juga meminta agar hak-hak warga di Bojong Koneng yang sebelumnya mendapatkan somasi dari Sentul City tidak tergusur.

2. Bayar Utang, Emiten RS Dato' Tahir Mau Rights Issue Rp 1,63 T

Pengelola rumah sakit Mayapada yang dimiliki konglomerat Dato' Sri Tahir, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) berencana menambah modal dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue dengan target dana yang dihimpun senilai Rp 1,63 triliun.

Perusahaan berencana menerbitkan sebanyak 8.140.000.000 saham baru yang setara 40,42% dalam Penawaran Umum Terbatas (PUT III) dengan nilai nominal Rp 100 per saham.

Setiap pemegang 1 saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham Perseroan pada 25 Oktober 2021 pukul 16.00 WIB, berhak atas 1 HMETD, di mana setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 saham baru.

3. Tembus Rp 639 T, Market Cap BBRI Tertinggi Sepanjang Sejarah

Pascamelakukan aksi korporasi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue jumbo senilai Rp 96 triliun, harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) terus mengalami apresiasi.

Harga saham BBRI terpantau naik 0,96% ke level harga Rp 4.220/unit pada perdagangan kemarin dengan perdagangan yang cukup ramai di angka Rp 753 miliar.

Berdasarkan prospektus perseroan, jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh BBRI tercatat mencapai 123,35 miliar lembar. Setelah pelaksanaan RI jumlah saham BBRI akan bertambah menjadi 151,56 miliar lembar.

4. Asing Jual Saham BANK Rp 2,2 T di Pasar Nego, Siapa Beli?

Saham PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) terpantau ditransaksikan di pasar negosiasi dengan nilai jumbo. Asing tercatat melakukan penjualan di saham BANK melalui broker NH Korindo Sekuritas (XA) sementara pihak investor asing bertindak sebagai pembeli melalui broker NH Korindo Sekuritas (XA) dan investor lokal yang menggunakan Pacific Sekuritas Indonesia (AP).

Saham BANK ditransaksikan secara crossing (tutup sendiri) sebanyak 1,13 juta lot di harga Rp 2.600/unit oleh investor lokal yang menggunakan broker XA.

Selanjutnya investor asing yang menggunakan broker XA melakukan penjualan sebanyak 7,2 juta lot di harga Rp 2.610/unit dari investor lokal yang menggunakan broker AP.

5. Agung Sedayu Resmi 'Listing' di Bursa Modal Rp54 M, Kok Bisa?

Emiten produsen wadah dari logam berupa kaleng kemas, PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk (PANI) baru saja beralih kepemilikan yang mulanya dikendalikan para pendiri kini telah dilego kepada PT Multi Artha Pratama, bagian dari 'raksasa' properti Agung Sedayu Group.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan Direktur PANI, Prilli BP Soetantyo, transaksi penjualan saham tersebut dilaksanakan pada 7 Oktober 2021.

Ketiga pemegang saham pengendali dan beberapa penjual lainnya melepas sebanyak 328.000.000 saham perseroan dengan harga pelaksanaan Rp 165 per saham, sehingga, total nilai transaksi penjualan saham tersebut sebanyak Rp 54,12 miliar.

6. Dapat Rezeki, Emiten Lo Kheng Hong Kantongi Kontrak Rp 4 T

Emiten kontraktor minyak bumi dan gas, PT Petrosea Tbk (PTRO), memperoleh nilai kontrak senilai US$ 265 juta atau senilai Rp 3,79 triliun dengan asumsi kurs Rp 14.300 per US$.

Jenis kontrak tersebut berupa perjanjian jasa pertambangan dan perjanjian rental peralatan dengan jangka waktu selama 4 tahun.

Corporate Secretary Petrosea, Anto Broto mengatakan, perseroan akan menjadi pihak yang melakukan manajemen proyek dan PT Karya Bhumi Lestari, entitas anak perusahaan menjadi kontraktor.

7. Jual Ruas Tol Cibitung-Cilincing, Cuan Berapa Waskita?

Emiten konstruksi BUMN, PT Waskita Karya Tbk (WSKT), melalui anak usahanya, PT Waskita Toll Road (WTR) melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Cibitung Tanjung Priok Tollways (PT CTP) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) pemegang konsesi ruas tol Cibitung - Cilincing.

WTR mendivestasi sebesar 55% saham kepada PT Akses Pelabuhan Indonesia, pemegang saham di PT CTP sebesar 45% melalui penandatanganan kesepakatan penjualan saham bersama pada awal Oktober 2021. Setelah transaksi ini, kepemilikan saham PT API pada PT CTP menjadi sebesar 100%.

Corporate Secretary Waskita Karya, Ratna Ningrum mengatakan nilai divestasi 55% penyertaan Waskita ini sebesar Rp 2,44 triliun di atas nilai perolehan pada PT CTP senilai Rp 1,92 triliun.

8. Diborong Asing, Saham Allo Bank To The Moon Naik 12%

Saham emiten bank milik pengusaha nasional Chairul Tanjung PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) berhasil melonjak dua digit dan menjadi salah satu top gainers pada perdagangan Selasa (12/10/2021), di tengah adanya aksi borong investor asing.

Kenaikan saham BBHI terjadi menjelang Allo Bank Indonesia akan menyelenggarakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPLSB) pada Jumat (15/10/2021) mendatang.

Adapun salah satu agenda RUPSLB tersebut adalah untuk menyetujui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) alias rights issue dan peningkatan modal dasar perseroan.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading