Jangan Terlewat! Ini Jadwal Rights Issue BRI, Harga Rp 3.400

Market - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
01 September 2021 09:15
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatatkan kinerja positif di tengah pandemi, terbukti hingga akhir kuartal II 2021 kantongi laba Rp 12,54 triliun atau tumbuh double digit sebesar 22,93 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Jakarta, CNBC Indonesia - Bagi Anda pemegang saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), ada kabar menarik berkaitan dengan rencana Bank BRI untuk menerbitkan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue.

Bank BRI akhirnya telah memegang pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Senin lalu (30/8/2021) untuk melakukan aksi korporasi rights issue ini. Perusahaan juga telah menentukan harga rights issue yakni Rp 3.400/saham.

Harga tersebut di bawah harga saham BRI pada penutupan perdagangan akhir Agustus lalu, Selasa kemarin (31/8), di Rp 3.930/saham. Dalam sebulan terakhir saham BBRI naik 5,08% dan year to date turun 5,76% dengan kapitalisasi pasar Rp 485 triliun, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI).


Berdasarkan prospektus yang dirilis BRI, berikut jadwal waktu terkait dengan rights issue BRI yang harus dicatat investor:

• Tanggal Efektif Pernyataan Pendaftaran HMETD dari OJK 30 Agustus 2021

• Tanggal Pencatatan (Recording Date) untuk memperoleh HMETD 9 September 2021

• Tanggal Terakhir Perdagangan Saham Dengan HMETD (Cum-Right) di

- Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi 7 September 2021
- Pasar Tunai 9 September 2021

• Tanggal Mulai Perdagangan Saham Tanpa HMETD (Ex Right) di
- Pasar Reguler dan Negosiasi 8 September 2021
- Pasar Tunai 10 September 2021

• Tanggal Distribusi HMETD 10 September 2021

• Tanggal Pra Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia 13 September 2021

• Periode Perdagangan HMETD 13 - 22 September 2021

• Periode Pendaftaran, Pembayaran dan Pelaksanaan HMETD 13 - 22 September 2021

• Periode Penyerahan Saham Hasil Pelaksanaan HMETD 15 - 24 September 2021

• Tanggal Terakhir Pembayaran Pemesanan Saham Tambahan 24 September 2021

• Tanggal Penjatahan untuk Pemesanan Saham Tambahan 27 September 2021

• Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan Saham Tambahan 29 September 2021.

Adapun setiap pemegang satu miliar saham lama berhak untuk mendapat 230.128.553 HMETD yang dapat ditukarkan menjadi 1 saham BBRI di harga Rp 3.400/sahan.

BRI yang menggelar Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) atau rights issue ini dengan menerbitkan 28.677.086.000 saham ini memiliki target keseluruhan dana yang dihimpun sebanyak Rp 95,92 triliun (bersamaan dengan nilai inbreng saham pemerintah).

Aksi korporasi ini dilakukan sebagai bagian pembentukan Holding BUMN Ultra Mikro yang sudah semakin dekat. Perkiraan dana tunai yang dapat dihasilkan dari rights issue ini maksimal bernilai sekitar Rp 41,15 triliun, apabila seluruh pemegang saham mengeksekusi hak sesuai porsi yang dimiliki.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan tujuan dari transaksi ini adalah memperkuat pertumbuhan bisnis perseroan di masa yang akan datang melalui pembentukan dan penguatan ekosistem ultra mikro.

Hal itu ditempuh dengan menambah portofolio perusahaan anak yang selama ini bergerak dan berkinerja baik di segmen usaha ultra mikro yaitu PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

"Perseroan memerlukan sumber pertumbuhan baru ke depan yaitu segmen usaha ultra mikro. Sehingga perseroan dapat tumbuh berkelanjutan dan memberikan kontribusi positif bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya, tak terkecuali pelaku usaha ultra mikro dan UMKM," kata Sunarso menegaskan.

Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari mengatakan pihaknya optimistis penerbitan saham baru ini akan menyedot animo pasar meski dalam kondisi perekonomian yang cukup menantang.

Menurutnya, BRI tidak ingin kehilangan momentum karena melihat saat ini adalah waktu yang tepat untuk menata kembali ekosistem usaha ultra mikro bersama Pegadaian dan PNM.

Seperti diketahui, BRI mendapatkan persetujuan rights issue dengan mekanisme PMHMETD, dari mayoritas pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 22 Juli lalu.

Pemerintah akan melaksanakan seluruh haknya sesuai dengan porsi kepemilikan sahamnya dalam BRI dengan cara penyetoran saham dalam bentuk lain selain uang (inbreng) sesuai PP No. 73/2021. Seluruh saham Seri B milik Pemerintah dalam Pegadaian dan PNM akan dialihkan kepada BRI melalui mekanisme inbreng.

Dana segar yang diraup dari publik melalui rights issue diperkirakan mencapai Rp 41 triliun. Namun bila ditotal dengan nilai inbreng, optimalisasi aksi korporasi BRI diperkirakan bernilai sekitar Rp 96 triliun.

Oleh karena itu, Sunarso berharap agar minority shareholder dapat menunaikan haknya dalam aksi rights issue tersebut karena prospeknya sangat baik.

Bahkan Sunarso merinci proyeksi bisnis perseroan, jika rights issue terserap optimal maka 5 tahun ke depan pertumbuhan kredit dalam ekosistem usaha UMi (ultra mikro) akan tumbuh rata-rata 14% per tahun.

Namun jika investor publik mengeksekusi rights-nya hanya 50% saja pertumbuhan kredit perseroan rata-rata 10,7% per tahun untuk 5 tahun ke depan. Manajemen BRI pun menjanjikan akan menjaga dividen payout ratio tidak kurang dari 50%. Jika tidak diambil, maka saham akan terdilusi sekitar 18%.

"Nanti dapat peluang pertumbuhan seperti itu, pasti revenue-nya kan ikut naik, income-nya ikut naik. Kemudian kita menjanjikan akan jaga dividend payout ratio kita tidak kurang dari 50%. Jadi pilihannya ambil dengan prospek seperti tadi, atau tidak ambil tapi terdilusi," ujarnya.

Sunarso pun menyebut aksi korporasi ini sejalan dengan rencana pemerintah untuk meningkatkan inklusi keuangan nasional.

Data OJK menunjukkan inklusi keuangan di Indonesia baru mencapai 76,6% pada akhir 2019. Di sisi lain, sesuai arahan Presiden Joko Widodo pemerintah menargetkan inklusi keuangan nasional naik menjadi 90% pada 2024.

Ekosistem usaha ultra mikro yang kuat bertujuan untuk memberikan akses layanan keuangan yang lebih luas dan lebih mudah kepada segmen usaha ultra mikro di Indonesia.

Sunarso memaparkan, melalui holding bisnis model BRI, Pegadaian dan PNM akan saling melengkapi untuk memberikan layanan keuangan yang terintegrasi.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading