Net Buy-Sell

Asing Masih Borong Trio Bank Big Cap, Obral Saham ADRO-ITMG

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
12 October 2021 17:30
FILE PHOTO: A view of the Eagle Butte Mine, operated by Alpha Natural Resources, is seen from a public access overlook platform near Gillette, Wyoming, U.S., May 31, 2016.  REUTERS/Kristina Barker/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup menghijau pada perdagangan Selasa (12/10/2021), meskipun pada akhirnya IHSG kembali gagal menembus level psikologis 6.500.

Indeks bursa saham acuan nasional tersebut ditutup menguat 0,41% ke level 6.486,27. Pada perdagangan sesi I pukul 10:30 WIB, IHSG sempat menyentuh level psikologis di 6.500, namun hal tersebut tak berlangsung lama dan IHSG pun kembali gagal menembus level psikologis tersebut.

Data perdagangan mencatat nilai transaksi hari ini kembali naik menjadi Rp 19 triliun. Investor asing tercatat masih melakukan pembelian bersih (net buy) sebanyak Rp 1,2 triliun di pasar reguler. Sebanyak 233 saham menguat, 279 saham melemah dan 151 lainnya stagnan.


Pada hari ini, asing tercatat masih memborong tiga saham bank berkapitalisasi pasar terbesar (big cap). Adapun tiga saham bank big cap tersebut yakni saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang diborong asing sebesar Rp 471 miliar, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang mencapai Rp 329 miliar, dan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 133 miliar.

Selain kembali memburu tiga saham bank big cap, asing juga mengoleksi satu saham big cap telekomunikasi, yakni PT Telekomunikasi Indonesiat Tbk (TLKM).

Asing juga tercatat mengoleksi saham pertambangan emas PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan saham emiten alat berat pertambangan PT United Tractors Tbk (UNTR).

Berikut saham-saham yang dikoleksi oleh investor asing pada hari ini.

Net Buy Asing

Sementara itu dari penjualan bersih, asing tercatat kembali melepas satu saham bank big cap, yakni PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Selain itu, asing secara mayoritas melepas saham emiten pertambangan batu bara, yakni saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).

Asing juga tercatat melepas saham konsultan energi PT ABM Investama Tbk (ABMM) dan saham startup e-commerce PT Bukalapak.com Tbk (BUKA).

Adapun saham-saham yang dilepas oleh investor asing pada hari ini adalah:

Net Sell Asing

Dini hari tadi waktu Indonesia, Wall Street ditutup ambles. Indeks Dow Jones Industrial melemah 0,72%. Sementara itu S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing terkoreksi lebih dari 0,6%.

Di lain sisi, investor terus memantau perkembangan masalah keuangan dari perusahaan properti terbesar kedua di China, yakni Evergrande Group.

Saat ini, pemegang obligasi luar negeri Evergrande masih akan menyimak dan bersiap untuk kabar buruk soal pembayaran kupon obligasi perusahaan senilai US$ 148 juta yang jatuh pada Senin.

Namun, harapan para pemegang obligasi luar negeri untuk mendapat pembayaran semi-tahunan untuk obligasi luar negeri yang jatuh tempo pada April 2022, April 2023 dan April 2024 tampaknya harus disimpan dalam-dalam lantaran Evergrande saat ini lebih memprioritaskan kreditur dalam negeri.

Sementara itu, krisis energi yang sampai saat ini belum mereda juga menjadi sentimen pasar pada hari ini, di mana krisis energi kini disebut sudah mulai merambah ke Amerika Serikat (AS).

Menurut catatan CNBC Indonesia, Negeri Adidaya pun mulai dihinggapi kecemasan soal krisis energi. Hal ini terlihat dari persediaan gas untuk musim dingin yang terbatas di negara adidaya itu.

Kemarin harga batu bara acuan global naik 14% lebih dalam sehari. Kenaikan harga batu bara dunia bisa menjadi katalis positif untuk saham-saham emiten batu bara domestik.

Di tengah banyaknya sentiment global yang cenderung negatif, sebenarnya ada juga sentimen positif yang datang dari dalam negeri.

Penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia pada Senin (11/10) turun cukup drastis. Konfirmasi kasus positif Covid-19 hanya bertambah 620 kasus. Jumlah ini mirip yang terjadi pada awal pandemi lalu sekitar Juni 2020.

Dalam data resmi yang dikutip, Senin (11/10), kasus positif tambah 620 menjadi 4.228.552, kemudian kasus aktif berkurang 1.889 menjadi 22.541. Lalu, kasus sembuh bertambah 2.444 menjadi 4.063.295. Terakhir, kasus meninggal bertambah 65 menjadi 142.716.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Asing Belanja, Ini Dia Big Cap yang Diborong & Dilepas


(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading