Ulasan Sepekan

Sentimen Mixed, Harga Obligasi RI Variatif Cenderung Menguat

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
10 October 2021 16:30
sbn obligasi

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga obligasi pemerintah Indonesia sepanjang perdagangan pekan ini variatif cenderung menguat, sebagaimana terlihat dari pergerakan imbal hasil (yield) yang rata-rata melemah 0,2 basis poin (bp).

Imbal hasil bergerak berlawanan dari harga sehingga penurunan yield mengindikasikan harga surat utang yang naik akibat aksi beli. Imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) bertenor 10 tahun yang menjadi acuan di pasar turun 0,3 bp ke 6,35% pada Jumat (8/10/2021), dari posisi akhir pekan lalu 6,353%.

Penurunan imbal hasil terbesar terjadi pada SBN tenor 15 tahun sebanyak 3,5 bp. Sebaliknya, penguatan imbal hasil paling signifikan terjadi pada SBN tenor 20 tahun yang mencapai 8,5 bp. Hal ini menunjukkan variatifnya sentimen pelaku pasar modal di Tanah Air.


Aksi beli obligasi (yang memicu pelemahan yield) umumnya terjadi ketika investor menilai prospek perekonomian sedang memburuk, sehingga mereka memilih mengoleksi aset aman seperti obligasi pemerintah yang memang risiko gagal bayarnya mendekati nol.

Namun sepekan ini, pasar sedang diterpa kabar positif dari kenaikan harga komoditas andalan nasional, sehingga memperkuat prospek perekonomian di tengah kian melandainya penyebaran Covid-19.

Hanya saja, kekhawatiran muncul dari luar negeri di tengah tren peningkatan imbal hasil obligasi pemerintah AS karena dipicu spekulasi tinggi yang bakal memaksa bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) mempercepat kebijakan tapering.

Ketika imbal hasil AS naik, pelaku pasar global akan menyesuaikan portofolionya dan cenderung menarik kembali aset investasinya di negara berkembang seperti SBN, untuk memburu aset serupa di AS yang premi risikonya lebih rendah.

Kombinasi dua sentimen tersebut membuat pasar obligasi nasional cenderung berkerak mixed (bercampur), dengan kenaikan harga di beberapa seri dan penurunan harga di beberapa seri lainnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jelang Rilis Inflasi AS, Yield SBN Tertekan


(ags/ags)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading