Fantastis! Ada Nego Misterius Rp17 T Saham SUPR, Grup Djarum?

Market - Putra, CNBC Indonesia
01 October 2021 09:45
Dok Solusi Tunas Pratama

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada transaksi di pasar negosiasi dengan nilai jumbo di saham emiten pengelola tower BTS, PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR).

Sebanyak 10,7 juta lot (1,07 miliar) saham SUPR ditransaksikan di pasar negosiasi di harga Rp 15.640/unit. Nilai transaksinya mencapai Rp 16,73 triliun.

Sontak transaksi ini membuat nilai transaksi BEI pada sesi I ini mencapai Rp 19,4 triliun, melanjutkan tren transaksi besar kemarin senilai Rp 24 triliun dalam sehari. Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,55% di 6.252.


Transaksi negosiasi jumbo di saham SUPR diperantarai melalui broker CGS-CIMB Sekuritas Indonesia (YU) dan UBS Sekuritas Indonesia (AK) sebagai penjual. Sementara itu broker Verdhana Sekuritas (BB) bertindak sebagai pembeli.

Berdasarkan data broker summary, nilai transaksi negosiasi jumbo ini melibatkan asing dan juga investor lokal. Sebesar Rp 2,9 triliun saham SUPR ditransaksikan di pasar negosiasi antar sesama investor domestik.

Sisanya lebih dari Rp 13 triliun terpantau asing menjadi pihak penjual sementara investor domestik menjadi pihak pembeli.

Merespons adanya transaksi di pasar nego tersebut, saham SUPR mengalami kenaikan sebesar 7,39% ke Rp 14.175/unit. Namun volume perdagangannya tergolong kecil.

Hingga 09.24 WIB, sebanyak 41 lot saham SUPR diperdagangkan di pasar reguler dengan nilai transaksi mencapai Rp 57,4 juta.

Transaksi negosiasi jumbo terjadi di tengah rencana salah satu emiten tower milik group Djarum yakni PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) untuk mengakuisisi SUPR. Besar kemungkinan transaksi ini merupakan realisasi pembelian SUPR.

Menariknya, transaksi ini tidak difasilitasi oleh broker satu grup, PT BCA Sekuritas yang juga milik Grup Djarum.

Sebelumnya TOWR dikabarkan mendapatkan pinjaman dari sejumlah perbankan melalui dua entitas usahanya yaitu PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) dan PT Iforte Solusi Infotek (Iforte).

Dalam keterbukaan informasi di tanggal yang sama, 20 September, manajemen TOWR mengatakan perseroan melakukan penandatanganan perjanjian fasilitas perubahan kesembilan antara Proteindo, Iforte, dan PT Komet Infra Nusantara, dengan PT Bank Central Asia Tbk(BBCA) dari Rp 500 miliar menjadi senilai Rp 2 triliun.

Selain itu, TOWR juga meneken perjanjian perubahan fasilitas bergulir antara Protelindo dan Iforte dengan PT Bank Danamon Indonesia Tbk(BDMN) dan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII)pada 16 September 2021.

Dalam perjanjian, Protelindo menambah fasilitas Bank Danamon menjadi Rp 2 triliun dari Rp 1 triliun, sementara dengan Maybank menjadi Rp 1 triliun dari sebelumnya Rp 500 miliar.

Dalam keterangannya, perbankan yang telah menandatangani fasilitas kredit ke Protelindo dengan total fasilitas Rp 14 triliun adalah

1. PT Bank BTPNTbk(BTPN) Rp 2 triliun

2. PT Bank CIMB Niaga Tbk(BNGA) Rp 1 triliun

3. PT Bank HSBC Indonesia Rp 1 triliun

4. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk(BMRI) Rp 2 triliun

5. PT Bank Mizuho Indonesia Rp 2 triliun

6. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk(BBNI) senilai Rp 3 triliun

7. MUFG Bank Ltd. cabang Jakarta Rp 3 triliun.

Pihak perusahaan mengatakan pinjaman tersebut sesuai dengan peruntukannya akan digunakan oleh Protelindo untuk membiayai kebutuhan umum perusahaan termasuk juga untuk membiayai potensi akuisisi oleh Protelindo.

Sebagai informasi,TOWR berencana mencaplok dan mengambilalih saham mayoritas emiten menara SUPR yang dilakukan lewat Protelindo.

Pembelian ini mewakili sekurang-kurangnya 90% dari total modal yang disetor dan ditempatkan dalam SUPR melalui pengambilalihan saham SUPR yang dimiliki oleh 14 perusahaan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Mau Caplok SUPR, Emiten Menara Grup Djarum Ngutang Rp 14 T


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading