Geger! Erick Ungkap Indikasi Korupsi Baja, Sawit, Gula BUMN

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
29 September 2021 06:52
Menteri BUMN, Ercik Tohir meninjau progress renovasi Sarinah. (Dok: Tangkapan layar ig kementerianbumn)

Dalam forum webinar virtual, Selasa (28/9/2021), Erick lagi-lagi 'menyentil' PTPN. Erick mengakui dirinya heran dengan kondisi yang terjadi PTPN Group.

Pasalnya perusahaan ini mengelola lahan perkebunan yang luas, namun bisa mengalami tekanan dengan sempat merugi dan utang yang sangat besar, sedangkan perusahaan perkebunan swasta bisa dikatakan mencatatkan keuntungan.

Di tengah kondisi perusahaan perkebunan swasta untung, PTPN malah sibuk untuk mengurusi utangnya yang nilainya mencapai Rp 47 triliun.


"Nah yang luar biasa juga di PTPN, ini utangnya Rp 47 triliun. Padahal yang namanya industri kebun kelapa sawit, swasta tuh untung, ini malah utang ini kita perbaiki juga," kata Erick dalam webinar virtual, Selasa (28/9/2021).

Terlebih utang yang menggunung ini tidak hanya berasal dari kredit bank-bank Himbara (Himbunan Bank-bank Milik Negara) dan bank swasta dalam negeri, namun juga berasal dari bank-bank asing.

Adapun soal bisnis gula BUMN, menurut Erick, banyak terjadi permainan di industri gula dalam negeri. Ini menjadi salah satu penyebab Indonesia masih sangat bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan gula konsumsi.

Sebab itu, salah satu upaya yang dilakukan oleh Kementerian BUMN adalah dengan mendorong pendirian SugarCo di bawah holding BUMN perkebunan, PTPN III.

"Nah hal-hal ini juga akan diikuti nanti dengan focusing kepada SugarCo, gula yang selama ini juga gula kita impor terus yang untuk konsumsi. Bahkan ada permainan di sana sini," kata Erick.

Adapun SugarCo ini merupakan pemisahan entitas (spin off) bisnis produksi gula milik PTPN dengan membentuk perusahaan baru dengan nama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).

Perusahaan ini ditargetkan bisa mendapatkan investor dari lini bisnis yang sama di tahun ini dengan nilai investasi mencapai Rp 23 triliun. Saham PTPN di SugarCo 51%, sementara 49% lainnya akan dimiliki oleh investor.

Nantinya SugarCo akan memiliki 35 pabrik gula yang tersebar di Indonesia. Keseluruhan pabrik tersebut akan diperoleh dari 7 PTPN yang memiliki pabrik gula saat ini.

"[Bisnis gula] tujuh PTPN itu kita jadikan satu entitas, jadi namanya SugarCo itu membawahi PG [perusahaan gula]. Jadi dari 40 PG nantinya yang kita kolaborasikan sekitar 35 PG kita akan kolaborasi dengan investor," kata Mohammad Abdul Gani, Direktur Utama PTPN III, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Senin (21/6/2021).

Adapun tujuh lini bisnis gula itu ada di PTPN II, PTPN VII (PT BCAN), PTPN IX, PTPN X, PTPN XI, PTPN XII (PT IGG), dan PTPN XIV.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
HALAMAN :
1 2 3
Artikel Selanjutnya

Erick Thohir Buka-bukaan soal IPO Anak Usaha Krakatau Steel

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading