Harga Rights Issue Bank Oke Rp 197/saham, Korsel Siap Serap!

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
24 September 2021 17:12
Bank Oke

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) berencana menambah modal dalam rangka Penawaran Umum Terbatas III (PUT III) dengan skema memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue sebanyak-banyaknya 2.537.197.095 (2,54 miliar) saham baru.

Mengacu pada prospektus perusahaan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (24/9/2021), nilai nominal rights issue tersebut sebesar Rp 100 per saham.

Adapun harga pelaksanaan aksi korporasi ini sebesar Rp 197 per saham sehingga secara total dana yang akan diraup berjumlah Rp 499.827.827.715 (Rp 499,83 miliar).


Sebelumnya, para pemegang saham Bank Oke sudah memberi lampu hijau atas rights issue ini dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 5 Mei 2021.

Sementara, tanggal efektif aksi korporasi ini jatuh pada Jumat ini (24/9/2021).

Menurut penjelasan manajemen, setiap pemegang saham yang memiliki 9 saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 6 Oktober 2021 pukul 16.00 WIB mempunyai 2 HMETD di mana setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru yang ditawarkan.

APRO Financial Co. Ltd. sebagai pemegang saham utama Bank Oke telah menyatakan kesanggupannya untuk melaksanakan seluruh HMETD-nya untuk membeli saham baru yang diterbitkan dalam rangka PUT III.

APRO Financial juga bertindak sebagai pembeli siaga, yang akan membeli seluruh sisa saham yang ditawarkan dan tidak diambil bagian oleh Pemegang HMETD dalam PUT III atau sebanyak-banyaknya 166.609.208 (166,60 juta) saham dengan harga pelaksanaan seperti disebutkan di atas.

Sebagai informasi, APRO adalah perusahaan pembiayaan dari Korea Selatan yang berfokus di sektor consumer loan.

Pihak Bank Oke menjelaskan, dana yang diperoleh dari hasil PUT III, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan seluruhnya untuk pengembangan usaha Perseroan.

"Yaitu disalurkan dalam bentuk pemberian kredit," kata manajemen Bank Oke, dikutip CNBC Indonesia, Jumat (24/9).

Manajemen menambahkan, apabila penggunaan dana hasil PUT III memenuhi transaksi material dan/atau transaksi afiliasi dan/atau transaksi benturan kepentingan, maka perseroan akan memenuhi prosedur sesuai dengan peraturan yang berlaku di bidang pasar modal.

Adapun pemegang saham lama yang tidak melaksanakan haknya akan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham (dilusi) sebesar 17,99% setelah rights issue dilaksanakan.

Mengenai jadwal PUT III ini, tanggal terakhir perdagangan saham dengan HMETD di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 4 Oktober 2021. Sementara, tanggal terakhir perdagangan saham dengan HMETD di pasar tunai pada 6 Oktober 2021.

Selanjutnya, tanggal pencatatan (recording date) dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas HMETD berlangsung pada 7 Oktober 2021. Sementara, periode perdagangan dan periode pembayaran pelaksanaan HMETD dilaksanakan pada 8-14 Oktober 2021.

Saat ini Apro Financial Co. Ltd menguasai 90,26% atau setara dengan 10.436.389.691 saham Bank Oke. Sementara sisanya, dimiliki publik sebesar 8,48%.


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading