Internasional

Nestapa Evergrande: Konsumen Gigit Jari, Karyawan Diperas

Market - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
24 September 2021 14:37
FILE PHOTO: FILE PHOTO: An exterior view of China Evergrande Centre in Hong Kong, China March 26, 2018. REUTERS/Bobby Yip/File Photo/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Ancaman kebangkrutnya raksasa properti China,  Evergrande, memiliki sekelumit cerita yang melingkupinya. Nyatanya, banyak pihak yang merasa rugi oleh kondisi perusahaan itu. Bahkan, hal ini juga dirasakan oleh para pegawai raksasa properti itu.

Dalam laporan New York Times, para karyawan disebut-sebut harus mengisi target yang telah ditetapkan perusahaan. Apabila tidak, mereka wajib menyetorkan dananya sendiri kepada Evergrande. Ini harus dilakukan agar para karyawan tetap mendapatkan bonus.


"Sekitar 70% hingga 80% karyawan Evergrande di seluruh China diminta untuk memberikan uang yang kemudian akan digunakan untuk membantu mendanai operasi Evergrande," ujar Liu Yunting, seorang konsultan untuk Evergrande Wealth Management, dikutip Jumat (24/9/2021).

Liu sendiri mengaku mengajak orang tua dan mertuanya untuk berinvestasi. Mereka kemudian memasukkan dana senilai US$ 200 ribu atau setara Rp 2,8 miliar kepada perusahaan itu. Liu juga ikut menyetorkan uangnya senilai US$ 75 ribu atau sekitar Rp 1 miliar kepada Evergrande.

Namun Liu mengaku sejauh ini total uang yang dikumpulkan masih misteri. Perusahaan tidak pernah menjelaskannya secara rinci kepada karyawan. "Karena kami karyawan harus memenuhi kuota, kami meminta teman dan keluarga kami untuk memasukkan uang," tambahnya.

Sementara itu, konsumen perusahaan itu juga ikut menjerit akibat kebangkrutan ini. Saat ini mereka masih berjuang untuk mengetahui nasib uang yang telah disetor kepada perusahaan properti itu.

"Saya membeli dari manajer properti setelah melihat iklan di lift, karena saya mempercayai Evergrande sebagai perusahaan Fortune Global 500," kata seorang konsumen yang bernama Wu kepada Al Jazeera.

Ia mengaku bahwa Evergrande sebelumnya juga menawarkan beberapa hadiah menarik apabila membeli produk mereka. Hadiah itu beragam mulai dari pembersih udara Dyson dan tas Gucci.

"Tidak bermoral Evergrande untuk tidak membayar kembali uang hasil jerih payah saya," kata investor yang telah memasukkan dana US$ 100 ribu atau setara Rp 1,4 miliar itu.

Kejatuhan Evergrande sendiri membuat pemerintahan Presiden Xi Jinping turun tangan. Seorang sumber menyebut bahwa Partai Komunis China sedang mendiskusikan sebuah cara untuk memecah perusahaan yang memiliki utang Rp 4 ribu triliun itu menjadi tiga entitas terpisah. Hal ini disebut akan memuluskan Evergrande menjadi perusahaan BUMN.

"Kesepakatan itu dirancang untuk melindungi warga negara China yang telah membeli apartemen dari Evergrande, seperti yang Anda lihat memprotes di jalanan dan juga mereka yang telah berinvestasi dalam produk manajemen kekayaan Evergrande," kata sumber tersebut.

"Tetapi hal besar adalah membendung dampak aliran ekonomi yang meluas yang akan menyebabkan kebangkrutan pada ekonomi China."


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Efek Krisis Evergrande, Fitch 'Ramal' PDB China Cuma 8,1%


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading