Internasional

Tik..Tok..Tik..Tok.. Bom Waktu Evergrande China

Market - Feri Sandria & Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
22 September 2021 13:07
FILE PHOTO: FILE PHOTO: An exterior view of China Evergrande Centre in Hong Kong, China March 26, 2018. REUTERS/Bobby Yip/File Photo/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Badai menghantam pasar modal dunia. Sejumlah bursa utama dunia longsor karena ketakutan akan potensi gagal bayar yang dialami raksasa properti China, Evergrande.

Pelemahan bursa global terjadi sejak kemarin, bahkan hingga ke Wall Street. Hari ini, bursa Asia juga dibuka melemah, di mana investor terus memantau pergerakan pasar saham China, setelah dua hari ditutup karena libur nasional.


Lalu bagaimana kronologinya?

Semua dimulai sejak awal pekan lalu. Perusahaan dilaporkan terancam gagal membayar utang.

Hal ini terjadi karena perusahaan tidak mampu menjual aset properti yang dimiliki untuk melunai utang. Nilanya fantastis mencapai US$ 300 miliar sekitar Rp 4.275 triliun.

Arus kas berada di bawah "tekanan yang luar biasa". Evergrande juga mengatakan dua anak perusahaannya telah gagal memenuhi kewajiban penjaminan untuk produk manajemen senilai US$ 145juta atau setara Rp 2 triliun yang dikeluarkan pihak ketiga.

"Itu bisa menyebabkan cross-default," kata perusahaan dalam sebuah pernyataan kepada bursa saham Hong Kong.

Evergrande sebenarnya telah menggandeng Houlihan Lokey (China) Limited dan Admiralty Harbour Capital Limited untuk mencoba mengevaluasi likuiditas perusahaan itu. Perusahaan mengaku mencari jalan terbaik untuk membayar kewajibannya.

"Kami juga berbicara dengan calon investor untuk menjual beberapa asetnya, tetapi sejauh ini tidak ada kemajuan," tambahnya.

Masalah ini pun membuat investor rusuh. Mereka berunjuk rasa untuk menuntut perusahaan membayar kembali pinjaman dan produk keuangan yang mereka tanamkan.

Para investor bahkan marah dan sempat mengepung kantor perusahaan di Shenzen. Sekitar 100 investor memadati lobi gedung perusahaan, di mana ebih dari 60 personil keamanan berjaga-jaga saat massa berteriak memaki perusahaan.

Kasus ini membuat pasar properti China terguncang. Utang Evergrande yang menjadi salah satu yang terbanyak di dunia, telah memicu kekhawatiran akan risiko penularan ke sektor properti yang sudah overhead dan sistem perbankan.

Halaman 2>>

Hidup dari Utang
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading