Jokowi Sebut Krakatau sudah Sehat, Saham KRAS 2 Hari Melesat!

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
22 September 2021 13:10
foto/ Peresmian Pabrik Industri Baja PT. Krakatau Steel (persero) Tbk, Kota Cilegon, 21 September 2021/ Youtu: Setpres

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham emiten produsen baja pelat merah asal Cilegon, Banten, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) menguat pada penutupan sesi I perdagangan hari ini Rabu (22/9/2021), melanjutkan kenaikan pada perdagangan kemarin.

Kenaikan saham KRAS ini terjadi usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke KRAS dalam rangka peresmian pabrik industri baja milik Krakatau Steel di Kota Cilegon, Banten, Selasa (21/9/2021).

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham KRAS naik 1,98% ke Rp 515/saham dengan nilai transaksi Rp 19,85 miliar dan volume perdagangan 38,27 juta saham. Nilai kapitalisasi pasar saham KRAS mencapai Rp 9,96 triliun hingga siang ini.


Dengan ini, dalam sepekan saham KRAS turun 0,96%, sementara dalam sebulan melemah 2,83%. Namun, secara year to date (ytd) saham ini melesat 20,33%.

Sebelumnya, pada Selasa kemarin, Presiden Jokowi menghadiri peresmian pabrik hot strip mill #2 milik KRAS.

"PT Krakatau Steel juga terus melakukan transformasi dan terus melakukan restrukturisasi. Pak Menteri BUMN [Erick Thohir] tadi juga menyampaikan Krakatau Steel saat ini sudah semakin sehat karena sebelumnya memang kurang sehat. Produksinya juga semakin lancar, industri ini sangat strategis," kata Jokowi di sela peresmian, Selasa (21/9/2021).

Jokowi mengatakan, walaupun masih dalam era pandemi Covid-19, proses transformasi perusahaan pelat merah harus terus berjalan. Transformasi, kata Jokowi, menjadi sebuah keharusan agar BUMN Tanah Air menjadi kelas dunia.

"Yang semakin profesional, yang semakin kompetitif, yang semakin menguntungkan untuk memberikan pelayanan lebih baik bagi masyarakat dan membuka semakin banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat kita serta berkontribusi lebih besar pada pendapatan negara," jelasnya.

Jokowi mengatakan, saat ini Indonesia merupakan peringkat kedua negara pengimpor baja terbesar dunia. Dengan keberadaan pabrik ini, diharapkan bisa menghemat devisa yang biasanya digunakan untuk kebutuhan impor.

"Sehingga sekali lagi akan menekan angka impor baja negara kita yang saat ini berada pada peringkat kedua komoditas impor Indonesia. Sehingga kita harapkan bisa menghemat devisa Rp 29 triliun per tahun ini angka yang sangat besar sekali," jelasnya.

Eks Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, konsumsi baja domestik cukup besar. Kepala negara tak ingin, besarnya potensi tersebut justru dinikmati pelaku usaha luar, ketimbang dalam negeri.

"Jangan dibiarkan ini dimasuki produk dari luar dan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, bukan hanya pembangunan infrastruktur tapi juga pembangunan industri lainnya yang nanti juga membutuhkan baja," katanya.

"Utamanya industri otomotif dan dalam 5 tahun terakhir kebutuhan baja kita meningkat hingga 40%," jelas Jokowi.

Memang, kinerja keuangan KRAS sempat mengkhawatirkan dalam 7 tahun terakhir. Selama kurun waktu tersebut KRAS mengalami kerugian berturut-turut, utang menggunung, isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, hingga mundurnya sejumlah komisaris independen kala itu.

Namun, penderitaan perusahaan akhirnya berakhir. Berdasarkan data BEI pada 2020 lalu, KRAS mencatatkan perolehan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 23,67 juta di 2020. Ini setara Rp 339 miliar, dengan asumsi kurs Rp 14.300 per US$.

Sementara, untuk kinerja terbaru, KRAS mencatatkan laba bersih US$ 32,46 juta atau setara dengan Rp 471 miliar (asumsi kurs Rp 14.500/US$) hingga semester I tahun ini atau periode Juni 2021.

Laba bersih semester I ini melesat 619,59% dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang senilai US$ 4,51 juta atau Rp 65,39 miliar.

pendapatan perusahaan naik 90,88% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi senilai US$ 1,05 miliar (Rp 15,30 triliun) dari sebelumnya di akhir semester I-2020 yang sebesar US$ 552,82 juta atau Rp 8,02 triliun.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading