Gainers-Losers Sesi I

Saham Emiten Emas-Allo Bank Melesat, CASH Kena Profit Taking

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
22 September 2021 12:17
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten emas PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI) dan emiten bank milik pengusaha nasional Chairul Tanjung PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) menjadi jawara pada sesi I perdagangan Rabu (22/9/2021).

Sementara, perusahaan teknologi finansial (fintech) sistem pembayaran, PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) dan emiten manufaktur PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) berada di deretan top losers.

Usai anjlok cukup dalam pada 2 hari sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound hingga siang ini. IHSG melesat 0,75% ke posisi 6.106,309 pada penutupan sesi I perdagangan Rabu (22/9).


Menurut data BEI, 297 saham tercatat naik, 197 saham turun dan 149 saham tak bergerak, dengan nilai transaksi mencapai Rp 8,47 triliun dan volume perdagangan mencapai 13,41 miliar saham.

Investor asing pasar saham masuk ke Indonesia dengan catatan beli bersih asing mencapai Rp 306,52 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan jual bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 111,71 miliar.

Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi I hari ini (22/9).

Top Gainers

  1. Wilton Makmur Indonesia (SQMI), saham +30,83%, ke Rp 157, transaksi Rp 28,5 M

  2. Primarindo Asia Infrastructure (BIMA), +21,69%, ke Rp 202, transaksi Rp 26,8 M

  3. Arkha Jayanti Persada (ARKA), +19,80%, ke Rp 121, transaksi Rp 62,9 M

  4. Allo Bank Indonesia (BBHI), +9,14%, ke Rp 3.820, transaksi Rp 54,0 M

  5. Borneo Olah Sarana Sukses (BOSS), +8,43%, ke Rp 90, transaksi Rp 22,1 M

Top Losers

  1. Cashlez Worldwide Indonesia (CASH), saham -6,36%, ke Rp 162, transaksi Rp 4,0 M

  2. HK Metals Utama (HKMU), -5,71%, ke Rp 66, transaksi Rp 12,0 M

  3. Keramika Indonesia Assosiasi (KIAS), -5,36%, ke Rp 53, transaksi Rp 2,7 M

  4. Digital Mediatama Maxima (DMMX), -4,73%, ke Rp 2.820, transaksi Rp 125,9 M

  5. Indo Oil Perkasa (OILS), -3,29%, ke Rp 412, transaksi Rp 25,6 M

Saham SQMI memimpin kenaikan dengan melesat 30,83% ke Rp 157/saham, usai ambles lebih dari 6% pada 2 hari sebelumnya. Sebenarnya, sebelum anjlok, pada Kamis (16/9) dan Jumat (17/9) pekan lalu saham ini sempat melambung tinggi di rentang 4-34%.

Kemudian, saham BBHI yang melejit 9,14% ke Rp 3.820/saham, setelah ambles dalam 3 hari beruntun. Dalam sepekan, saham ini melesat 10,09%, sementara dalam sebulan mendaki 63,25%.

Katalis positif yang mengerek harga saham BBHI akhir-akhir ini setidaknya ada dua hal. Pertama adalah diperolehnya izin sebagai bank digital oleh OJK dan kedua terkait rencana penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.

Informasi prospektus disebutkan bahwa PT Mega Corpora, pemegang saham pengendali BBHI, memiliki hak untuk mengalihkan HMETD yang menjadi haknya kepada investor strategis yang berkomitmen untuk mendukung permodalan bank. Jadi investor punya prospek melihat ada investor baru yang akan masuk ke BBHI.

Berbeda, saham CASH ambles 6,36% ke Rp 162/saham, setelah mencatatkan reli kenaikan dalam 3 hari beruntun. Dalam sepekan saham CASH naik 8,73%, sementara dalam sebulan ambles 16,49%.

Selain CASH, saham HKMU turun 5,71% ke Rp 66/saham, usai naik 4,48% pada perdagangan kemarin. Dalam sepekan saham ini melorot 1,49%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Saham Emiten Pengembang Lido Jawara, Giliran Duo Baja Merana


(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Baca Juga
Features
    spinner loading