Harga Tembaga Terkepung The Fed dan Evergrande, Apa Kabar?

Market - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
21 September 2021 16:15
Indonesia lewat PT Indonesia Alumunium (Inalum) menguasai 51% saham PT Freeport Indonesia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, melakukan kunjungan kerja ke tambang Freeport di Timika, Papua pada 2-3 Mei 2019.

Dalam acara, Jonan mengunjungi tambang emas legendaris milik Freeport Indonesia, yaitu Grasberg, yang lokasinya 4.285 meter di atas permukaan laut.

Tambang Grasberg ini akan habis kandungan mineralnya dan berhenti beroperasi pada pertengahan 2019 ini. Sebagai gantinya, produksi meas, perak, dan tembaga Freeport akan mengandalkan tambang bawah tanah yang lokasinya di bawah Grasberg.

Dalam kunjungan tersebut, Jonan didampingi Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas, Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin, serta sejumlah pejabat Kementerian ESDM.

Perjalanan menuju Grasberg dilakukan menggunakan bus khusus, dan sempat disambung dengan menggunakan kereta gantung atau disebut tram yang mengantarkan hingga ketinggian 4.000 meter di atas permukaan laut, dan disambung dengan bus lagi hingga ke puncak Grasberg.

Cuaca gerimis serta oksigen yang tipis menyambut kedatangan Jonan dan rombongan di lokasi puncak Grasberg.

Dalam kunjungannya Jonan mengatakan, tantangan saat ini adalah membuat operasional Freeport terus berjalan dengan baik, dan produksi, keselamatan kerja, serta lingkungan dapat terjaga dengan baik.

Jonan meminta agar tidak ada hambatan dalam pengelolaan tambang Freeport pasca pengambilalihan 51% saham oleh Inalum.

Jonan juga meminta agar ke depan peranan Freeport terhadap masyarakat Papua makin besar, lewat pembangunan sarana dan prasarana seperti sekolah serta rumah sakit atau puskesmas. (CNBC Indonesia/Wahyu Daniel)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga tembaga bergerak naik pada perdagangan siang. Namun kenaikannya terbatas di tengah ketidakpastian pasar karena menanti keputusan tapering dan risiko gagal bayar Evergrande.

Pada Selasa (21/9/2021) pukul 14:00 WIB, harga tembaga pasar London (London Metal Exchange/LME) tercatat US$ 9.028/ton. Naik 0,17% dibanding posisi kemarin.


tembagaSumber: Investing.com

Perusahaan raksasa properti China Evergrande berpotensi gagal bayar utang. Jumlah utang mencapai US$ 305 miliar dan dapat memicu risiko yang lebih luas untuk sistem keuangan China.

"Harga tembaga jatuh karena perdagangan risk-off dan sentimen buruk karena Evergrande," kata Giles Coghlan, analis di broker HYCM.

"Ini adalah kekhawatiran dalam jangka pendek, tetapi saya tidak berpikir itu akan menjadi krisis lain seperti Lehman karena tingginya tingkat uang muka yang harus Anda lakukan di China untuk property," tambah Giles.

Secara teknikal harga tembaga saat bergerak menuju area support di level 8890-9020. Area tersebut merupakan area support yang cukup kuat karena sudah teruji tiga kali dan mampu menjaga trend sideways tembaga sejak Juni 2021.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ras/ras)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading