Waspada! Efek Evergrande Bisa Tekan Pasar Obligasi Korporasi

Market - Syaahrizal Sidik, CNBC Indonesia
21 September 2021 15:45
Obligasi (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Potensi gagal bayar yang dialami perusahaan raksasa properti asal China, Chine Evergrande, diyakini bakal berimbas ke pasar obligasi korporasi.

Head of Economy Research PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Fikri C Permana mengungkapkan, sentimen tersebut akan berimbas pada persepsi risiko investor yang lebih negatif terkait potensi gagal bayar Evergrande yang mencapai US$ 305 miliar, setara US$ 4.361 triliun karena kesulitan likuiditas.

Menurut Fikri, masalah yang dialami Evergrande berpotensi merembet pada perusahaan properti yang lebih kecil di Negeri Tirai Bambu tersebut.


"Efek pertamanya persepsi risiko, orang melihat perusahaan sebesar Evergrande bisa ada kemungkinan kolaps, perusahaan yang lebih kecil dari Evergrande ada kemungkinan itu juga [default]," kata Fikri, saat dihubungi CNBC Indonesia, Selasa (21/9/2021).

Kedua, kata Fikri, efek yang ditimbulkan dari potensi gagal bayar Evergrande juga menyebabkan penurunan kekayaan dari sejumlah investor besar properti di China. Tercatat, semenjak diterpa kabar tersebut, saham Evergrande sudah rontok 17%.

Ketiga, efek dari Evegrande akan menyebabkan risiko bertambahnya junk bond, atau obligasi yang memiliki tingkat gagal bayar yang tinggi.

"Junk bond di Indonesia belum banyak, tapi di China sudah tertinggi dalam 14 tahun terakhir. [Sentimen] ini akan meningkatkan junk bond di negara lain, termasuk di Indonesia, yield junk bond bisa naik," ujarnya.

Fikri menilai, kasus ini tidak sama dengan yang terjadi dengan subprime mortgage pasalnya di tahun 2008 krisis itu menjalar ke instrumen lainnya.

"Ini masih sulit mengikut risikonya. Kasus Lehman Brothers ada kaitannya dengan sektor lain dan instrumen lain, ada asuransi. Tapi kalau ini ada kaitannya dengan shadow banking," ujarnya.

Seperti diketahui, Lembaga pemeringkat S&P menurunkan peringkat utang Evergrande dari CC menjadi CCC dengan outlook negatif. Fitch, lembaga pemeringkat lainnya, juga menurunkan rating Evergrande dari CC menjadi CCC+.

Menurut Fitch, utang Evergrande kepada perbankan dan lembaga keuangan lainnya adalah CNY 572 miliar. Selain itu, bank juga memberi pinjaman kepada parasupplier Evergrande senilai CNY 667 miliar.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading